Nelayan Keluhkan Pencurian Ikan

1642

SAMPIT – Maraknya pencurian ikan (illegal fishing) dilaut perairan Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, membuat nelayan setempat geram. Nelayan berharap pemerintah daerah turun tangan membantu mengatasi masalah ini.

Nelayan lokal tak bisa berbuat banyak karena hanya menggunakan alat tangkap sederhana dan kapal berkapasitas kecil. Sedangkan kapal yang datang dari luar daerah, baik dari laut Jawa yang datang ke perairan Kotim, menggunakan peralatan canggih.

Menanggapi masalah ini, Bupati Kotim H Supian Hadi meminta kepada para nelayan tiga kecamatan di wilayah selatan yakni Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Mentaya Hilir Selatan, melaporkan jika mengetahui ada pencurian ikan di perairan daerah ini agar pelakunya bisa cepat ditindak.

Baca Juga:   ​Ini Hasil Autopsi Mayat Mr. X yang Ditemukan Warga Mengapung di Bibir Sungai Mentaya

“Laporan ini akan kita tindak lanjuti. Banyaknya illegal fishing (pencurian ikan), harus menjadi perhatian kita. Kalau menemukan seperti itu, kami harap nelayan berkoordinasi dengan ketua kelompoknya atau pos keamanan terdekat sehingga bisa kita tindak,” ujar Supian.

Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini juga mengatakan, pengawasan terhadap pencurian ikan akan lebih ditingkatkan. Selain itu, guna memaksimalkan pengawasan, Supian menyerahkan bantuan kapal untuk pengawas perairan di Kecamatan Teluk Sampit. (raf/060615/beritasampit.com)