Takut dengan Istri, Suami Terlantarkan Anak Selama 4 Tahun di Hutan

    PULANG PISAU-Hebohnya pemberitaan Muhammad Nur alias Tarzan Bahaur putra dari pasangan Baen dan Sumiati dibeberapa media di indonesia akhirnya terkuak. Saat beberapa media di Kabupaten Pulang Pisau menelusuri ke kediaman Tarzan di desa Bahaur Hulu Mampai RT 01 Kecamatan Kahayan Kuala, ditemukan banyak fakta yang didapat dari Masyarakat dan orang tua Tarzan yang berhasil dihimpun.

    Sumiati ibu dari Tarzan mengatakan bahwa anaknya itu dulunya sangat baik rajin beribadah dan giat bekerja. Tarzan yang merupakan lulusan dari sekolah MTS didaerah tersebut adalah anak yang pintar dan selalu mendapatkan juara dikelasnya. Sebaliknya ayah dari Tarzan tidak banyak bicara.

    “Anak saya dulunya pintar dan slalu juara dikelasnya dek,” ucap ibu dari Tarzan.

    Tetapi sangat disayangkan, akibat pergaulan dan budaya yang semakin menghilang dijaman ini. Tarzan terjerumus dan akhirnya mengalami keterbelakangan mental yang akibatnya membuat keluarganya malu dan harus mengungsikannya ke dalam hutan diseberang desa Bahaur Hulu selama 4 Tahun lamanya.

    Lanjut ibu Tarzan, memberikan statmen yang berbeda yang menyatakan bahwa Tarzan hanya 2 Tahun diungsikan dan atas kemauan dari Tarzan itu sendiri.

    “Itu kemauan dari anak saya dek,” Jelasnya.

    Berbeda dengan statmen salah seorang Masyarakat setempat yang tidak mau dikorankan namanya mengatakan, bahwa Sumiati merupakan adalah ibu tiriĀ  yang terkenal jahat terhadap tarzan.

    “Apalagi kalau ibu tirinya marah kak, Tarzan sering di kejar dengan menggunakan parang dan ayah dari Tarzan hanya diam tak berbuat apa-apa,” jelasnya.

    Lanjutnya, dapat di pastikan selain akibat pergaulan yang menyalahi, Tarzan juga trauma apabila satu rumah bersama ibunya yang karena sering ditekan dan dimarahi.

    “Maka dari itu, Tarzan langsung diungsikan kehutan,” katanya.

    Saat beberapa pertanyaan ditanyakan kepada Tarzan, Tarzan mengatakan “Kaki ku keram, makanan ku gadang pisang” dan saat beberapa wartawan menuju ke lokasi tempat tarzan tinggal ditemukan nasi basi yang tak layak untuk dimakan.

    Dari kejadian ini, Dinas Sosial,Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau langsung hari ini juga merujuk Tarzan ke RS Jiwa Kalawa Atei di Kecamatan Bukit Rawi. Setelah Kondisi Tarzan mulai membaik, Tarzan akan segera dikirim ke panti rehabilitasi Bina Luhur yang ada di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

    Camat Kahayan Kuala Naedy Rustam mengatakan pihaknya akan membantu dan berharap kerja sama masyarakat apabila ditemukan kembali kasus seperti ini. “Intinya saya siap,” tutup Rustam. (pra/beritasampit.com)