Kok Bisa… Sandung Penyumbang Aset Museum Belanga Terbengkalai

    KASONGAN – Sandung keluarga besar Mirah Kalanaman, Kecamatan Katingan Tengah yang pernah menyumbangkan sapundu ke Museum Balanga Palangkaraya kondisinya memprihatinkan, dan sekarang tidak pernah diurus lagi. 

    Dikatakan Uris Bin Idem, salah satu tokoh masyarakat setempat, dulu sekitar dua truk aset budaya diangkut dari Desa Mirah untuk dibawa ke Palangka Raya. “Namun saya sangat menyayangkan, sekarang Sandung tersebut tidak pernah dirawat lagi semenjak meninggalnya Almarhum Mihing A Pari. Dan keberadaan perusahaan yang ada di sekitar Mirah pun tak pernah memperhatikan sandung itu,” ucapnya kepada media online Berita Sampit, Sabtu (4/3).

    Maka, kata dia, pihaknya berharap Sandung yang telah meyumbangkan Sapundu ke Museum kebanggaan Kalimantan Tengah tersebut agar diperhatikan. 

    “Semoga aset budaya dan aset leluhur tersebut bisa diperhatikan, baik itu oleh pemerintah terkait atau lembaga adat maupun masyarakat serta pihak perusahaan di sekitar Mirah dalam program CSR mereka,” ungkap Uris.

    Selain itu, tambah dia, dirinya mengaku sampai sekarang sangat terkesan dengan peninggalan karya tetua zaman dulu. “Tiga buah sapundu bergambar singa atau macan yang telah disimpan di Museum Balanga dari desa Mirah Kalanaman, bahkan sekarang terdengar Sepundu tersebut hanya tersisa dua,” pungkasnya. (Kwt/beritasampit.co.id)