Titi Hariyati:  “Salut Istri Oknum Polisi Ungkap KDRT. Ini Tidak Mudah Perlu Keberanian dan Kekuatan”

    KASONGAN – Postingan Arsy Paramita yang menyebar luas dimedia sosial menjadi perhatian publik salah satunya datang dari seorang aktivis perempuan Himpunan Mahasiswa Islam yang sekarang menjadi Pengurus Besar Korps Himpunan Mahasiswa Islam Kohati di Jakarta.

    Menurut Titi Hariyati dirinya sangat prihatin ketika membaca berita KDRT Istri Oknum Polisi di daerahnya, sehingga tergerak memberikan komentar.

    “Dalam bentuk apapun kekerasan tidak bisa di toleransi, Ikhtiar dalam mencari keadilan Arsy mengalami victim blaming atau menyalahkan korban yang meletakan korban pada victimisasi atau menjadi korban berlipat ganda,” jelas Titi kepada beritasampit, Sabtu (4/3/2017).

    Mahasiswa asal Kalimantan Tengah yang sekarang menjabat Wakil Bendahara Umum PB Kohati ini menambahkan bahwa hukum harus berlaku sama pada setiap orang. “Proses hukum juga harus memanusiakan manusia, baik persoalan kekerasan itu kekerasan seksual, KDRT, kekerasan berbasis gender atau kekerasan tidak berbasis gender,” ucapnya.

    Titi yang juga mantan Ketua Kohati Cabang Sampit tersebut menilai kasus yang dialamai Arsy ini merupakan satu dari ribuan kasus yang juga terjadi di tempat lain. “Kita memahami betul betapa pentingnya korban berbicara secara psikologis ini tidak mudah karena perlu keberanian dan kekuatan,” Lanjutnya.

    Apalagi bisa hadir mediasi berkali-kali sampai tampil di persidangan dan juga memposting persoalan ini via media sosial ini sangat tidak mudah, Tapi jika diam justru tidak hanya Arsy bahkan korban selanjutnya terus terjadi dengan pendampingan Komnas Perempuan dan P2TP2A. “Semoga persoalan Arsy segera menemukan keadilanya,” harapnya. (kwt/beritasampit.co.id)