Cegah KDRT, Ini Kata Kohati HMI Cabang Sampit

    SAMPIT – Maraknya Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh laki-laki kepada kaum perempuan terus terjadi. Dalam minggu ini saja sudah ada dua kasus yang mulai mencuat.

    Pertama kasus KDRT Oknum Polisi Kepada istrinya terjadi di katingan dan seorang perempuan yang di Pukul Pacarnya yang seorang pegawai honor Dinas Kehutanan di Kota Sampit.

    Hal tersebut langsung membuat hati Sekretaris Kohati Cabang Sampit, Puspa Kristina bersedih karena dia menganggap seorang perempuan adalah seorang malaikat yang nantinya akan mendidik anak-anak mereka tanpa henti hingga sukses dan seorang perempuanlah yang dapat melahirkan seorang laki-laki.

    “Seharusnya laki-laki harus sadar karena jika tidak ada seorang perempuan maka akan kesulit untuk mendidik anak-anak mereka nanti, dan jika tidak ada perempuan laki-laki tidak akan ada,” kata Puspa Kristina, saat ditemui di Sekretariat HMI Cabang Sampit, Minggu, (5/3/2017).

    Dirinya juga berpendapat adanya komisi nasional anti kekerasan terhadap perumpuan hanya berguna untuk melindungi seorang perempuan ketika sudah terjadi KDRT. Namun untuk mencegahnya sendiri tergatung kedua suami istri tersebut karena yang dapat menyelesaikan masalah mereka berdua.

    “Tergantung suami istri bagaimana dapat mencegah KDRT itu, karena Komnas Perempuan hanya untuk membantu secara hukum ketika sudah terjadi KDRT,” ujar Puspa.

    Ia juga menambahkan untuk seorang laki-laki atau kepala rumah tangga jangan suka main pukul karena tidak baik ketika anak-anak nantinya melihat hal tersebut.
    KDRT NO, KELUARGA HARMONIS YES. (bnr/beritasampit.co.id)