Atasi Lonjakan Harga Cabai, Program Wajibkan ASN Tanam Cabai Bisa Jadi Solusinya

    SAMPIT- Untuk mengatasi melonjaknya harga cabai, perlu ada gagasan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) menanam cabai di lingkungan masing-masing dan ini harus menjadi progran nyata dan tidak sekadar ide.

    Untuk diketahui harga cabai saat ini yang masih di atas Rp 100 ribu per kilogram. Hal mengundang komentar dari anggota komisi II DPRD Kotim Ida Laila.

    Menurut anggota DPRD Kotim asal dapil 3 Baamang – Seranau pemerintah memprioritaskan program pengembangan penanaman cabai di Kotawaringin Timur (Kotim).

    “Pemerintah harusnya ada program penanaman cabai di lingkup pemerintahan, sampai ke kecamatan hingga ke kelurahan, untuk mengatasi melonjaknya harga cabai”. ujar Ida Laila, Minggu (5/3).

    Ida menambahkan sekarang harga cabai tidak kunjung turun, akibat kurangnya pasokan cabai yang biasanya didatangkan dari pulau Jawa.

    “Kenaikan ini karena kita kurang pasokan yang biasanya didatangkan dari pulau Jawa, jadi kalau seumpamanya ada program yang mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kotim mulai di Kecamatan hingga di Kelurahan menanam cabai maka akan memenuhi kebutuhan masing-masing”.ujar Politisi Partai Persatuan Pembanguan (PPP) tersebut.

    Ida mengharapkan dengan program ASN tanam cabai tersebut dapat mengurangi ketergantungan pasokan cabai dari luar daerah.

    “Dengan mengharuskan ASN menanam cabai, dapat mengurangi ketergantungan terhadap cabai luar daerah,”pungkasnya.

    (Fzl/Beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)