DPUPR Kotim Terus Upayakan Normalisasi Drainase dan Ring Drain

    SAMPIT – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur terus fokus untuk menormalisasikan saluran drainase dan ring drain. 

    Kepala Dinas PUPR Kotawaringin Timur, Machmoer, mengatakan normalisasi tersebut dilakukan agar berfungsi sebagai penampungan air, sehingga dapat mencegah banjir dapat teratasi dengan cepat.

    ”Dalam dua tiga hari ring drain itu akan akan kami bersihkan semua, baik dari gulma, rumput, maupun endapan lumpur yang terus meningkat seiring terus turunnya hujan. Sehingga menyebabkan tanah di pingir saluran drainase masuk kedalam parit seperti jalur jalan Jendral Sudirman ini,” beber Machmoer, kepada media online Berita Sampit saat di pembongkaran lapak, Senin (6/3/2017).

    Ring drain sendiri, sambung dia, merupakan saluran primer dengan fungsi untuk menangkap area saluran air yang berada di atas, atau penampungan air.

    “Ring Drain terbagi menjadi dua bagian yaitu utara dan selatan, dengan titik tengah berada di jalan Jenderal Sudirman,” ujarnya.

    Machmoer menyebutkan, mengoptimalisasikan ring drain akan dilakukan panjangnya mencapai 40 Km lebih. “Yaitu ring drain utara di Jenderal Sudirman sampai di jalan Tjilik Riwut sepanjang 14 Km. Untuk ring drain selatan dari Jenderal Sudirman sampai desa Eka Bahurui dengan panjang kurang lebih 26 Km,” terang Machmoer. 

    Termasuk juga, sambung dia, drainase-drainase  jalan Merdeka, Pangeran Antasari, Baamang I, Baamang II, dan Sungai Pemuatan.

    “Target kami 2017 itu adalah meminimalkan pelanggaran yang menyumbat saluran drainase,” imbuhnya.

    Dalam pembersihan drainase di kota, lanjutnya, akan dilakukan bersama rekan Tentara Nasional Indonesi Manunggal Membangun Desa (TMMD), Karang Taruna, para siswa, dan seluruh lapisan masyarakat.

    “Akan kami jadwalkan nanti bersama dengan perubahan anggaran. Kita antisipasi, karena pada Oktober – Desember adalah bulan biasa banjir. Untuk lokasinya pun tersebar, dan yang pasti lokasinya di Jalan Antasari itu yang paling utama. Kemudian di pasar keramat untuk wilayah kota,” ungkapnya.

    Untuk diketahui, ada bebeberapa titik ring drain, salah satunya di Desa Eka Bahurui terlihat saluran drainasenya sudah diperbaiki dengan anggaran dari APBN. (im/beritasampit.co.id).