BUKTIKAN.. Benar Atau Salah..PT.KTH Penyebab Banjir Aruta

    DULU di tahun 1998, penulis sempat meliput kunjungan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI). Pada saat itu rombongan DPRD Kaltng menanam perdana sejumlah bibit pohon di HTI, diantaranya Acacia Magnium dan Eucalyptus Pelita. Waktu itu lahan sekitar 8000 H, milik PT Korin Tiga Hutani (KTH) meliputi lebih dari 5 desa di wilayah Kecamatan Arut Utara (Aruta).

    Berdasarkan catatan penulis Dalam perjalanannya PT KTH banyak membuka lahan perbukitan di beberapa desa yang tampak gundul, karena ditanaman bibit pohon HTI.

    Lama kemudian, sekitar tahun 2008 saat ada kunjungan Gubernur Kalteng ke PT KTH penulis sempat meliputnya. Pada lahan HTI yang bak permadani menghijau luas, menutup perbukitan tampak tanaman Acacia Magnium dan Eucalyptus tumbuh subur,dengan ketinggian sekitar 3 sampai 4 meteran.

    Di tahun 2010/2011, kebun HTI milik PT.KTH mulai di panen dikirim ke Lokasi pabrik sekitar dermaga DAS Arut, di Site Industri Natai Peramuan, Kecamatan Kumai untuk diolah manjadi bahan baku pulp (bubur kertas).

    Pengamatan penulis, setelah tahun 2010/2011 kebun HTI milik PT KTH berhasil dipanen, muncul musibah banjir, ujung-ujungnya, konon akibat banjir di Aruta disebabkan oleh PT KTH yang membabi-buta membuka lahan HTI. Pertanyaan penulis benarkah PT KTH yang menyebkan banjir di Aruta.

    “Buktikan,benar atau salah PT KTH penyebab banjir Aruta”,kalimat itulah yang kini heboh dibicarakan, baik oleh warga Kecamatan Aruta dan warga lainnnya di Kabupaten Kobar.

    PT KTH, salah satu perusahaan besar milik Korea yang merambah lahan dan hutan paling luas di wilayah Kabupaten Kobar dan Lamandau.

    Agar tidak berlarut-larut bahwa akibat banjir Aruta disebabkan oleh tanaman HTI milik PT.KTHberanikah pihak dinas terkait, atau PJ. Bupati Kobar dan Gubernur Kalteng, segera meneliti dan mengaudit berapa sebenarnya jumlah keseluruhan lahan milik PT KTH yang merambah lahan datar dan perbukitan di wilayah Kecamatan Manthobi Kabupaten Lamadau dan Kecamatan Aruta Kabupaten Kobar.

    Tidak hanya itu, benarkah lahan tanaman kebun HTI yang luasnya kalau dipandang mata sampai ujung langit ditanamnya sembaranganbtidak mengindahkan lingkungan?. Bahkan penulis saat mau masuk ke lokasi Kantor PT KTH di Sit Pelita, diperjalanan tampak terbentang  perbukitan yang gundul mengelilingi danau buatan, untuk persediaan air bersih milik PT KTH, yang disalah satu bukitnya terdapat ratusan ekor Sapi. Sementara, dibanyak pemukiman warga di 10 Desa dan 1 kelurahan, yang kini sedang dilanda banjir, sudah sejak lama kesulitan air bersih.

    Kabar lain lagi, dengan adanya danau buatan yang airnya bersih itu, jarang disentuh warga Aruta, karena untuk masuk ke lokasi perbukitan dijaga ketat oleh sejumlah Satpam…..Ironis…dan miris..Yah,…kenapa salah satu lahan Bumi Marunting Batu Aji, ternyata bisa di jadikan “Surga” oleh warga asing. Sementara warga yang saat ini dilanda banjir, menangis meratapi nasibnya. (Maman Wiharja).