Bibit Ikan Jelawat Di Keramba Apung Mati, Ini Sebabnya

    SAMPIT-Mengenai adanya Keramba Jaring Apung (KJA) Ikan Jelawat yang di Kelurahan Kota Besi Hulu banyak yang mati, ketika dicek pada hari Kamis, 9 Maret 2017, pukul 18.30, ternyata hasilnya cukup mengejutkan, dengan hasil PH air dari disekitar kerambak dibawah 5,5.

    Tim Dinas Perikanan Kabupaten Kotaringin Timur (Kotim) Fahrul Jainal Ilmi,S.Pi,Kasi Potensi dan Pengelolaan Perikanan bersama Hendro Prayugo,S.Pi tenaga pendamping penyuluh kementrian kelautan dan perikanan Republik Indonesia, ketika ke lokasi hasil yang didapat dari samping-samping keramba PH air (tingkat keasaman air) 4,5 sampai 5,5 dan Ph air di dalam keramba 4,8 serta di Tengah Sungai Mentaya Ph air 4.3.

    Dari faktor Ph air yang turun Tim memprediksi di karenakan faktor alam seperti Cuaca dan air dari daratan yang turun disebabkan curah hujan yang tinggi, namun ini bukan disebabkan karena racun.

    “Ini diprediksi karena faktor alam, cuaca dan air dari darat yang turun, bukan karena racun,” kata Hendro Prayugi, Tenaga Pendamping Penyuluhan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kepada beritasampit Jumat 10/3/2017.

    Ia hanya menyayangkan Petani ikan tersebut terbilang lambat melaporkan kejadian ini kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Perlu di ketahui Ph air tidak dapat diprediksi karena setiap waktunya bisa naik dan bisa turun sehingga Tim Dinas Perikanan Kabupaten Kotim akan terus mempelajari agar budidaya Ikan Jelawat di Kecamatan Kota Besi ini bisa maju dan mandiri.
    (Bur)