PRIHATIN.. Ternyata Insentif  Perawat Di Kobar Masih Rendah

    PANGKALAN BUN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kotawaringin Barat, Aiman Dinata mengtakan masih prihatin,insenstip perawat di Kabupaten Kobar masih rendah.

    Perawat lulusan SPK hanya menerima  Rp100.000 per bulan, perawat lulusan D3 sebesar Rp150.000 per bulan, lulusan S1 menerima insentip sebesar Rp250.000 per bulan.

    Aiman Dinata menjelaskan beberapa waktu lalu pihaknya telah menyampaikan aspirasi tentang kenaikan insentip ke Komisi A DPRD Kobar, $Alhamdullilah aspirasi kami mendapatkan respon yang baik”,jawabnya saat dibincangi beritasampit.co.id Senin (20/3) di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

    Menurut Aiman, pihaknya telah mengusulkan kenaikan insentif untuk perawat lulusan SPK sebesar Rp 1 juta, D3 sebesar Rp 1.5 juta lulusan S1 sebesar Rp 2 juta, S2 sebesar Rp 3 juta dan lulusan S3 sebesar Rp 4 jutaa per bulan, karena harus diakui insentif di Kobar yang paling kecil dibandingkan dengan kabupaten lain.

    Dijelaskan Aiman, dengan adanya kenaikan insentif maka para perawatpun akan terbantu baik kesejahteraannya dan pastinya para perawat bisa melanjutkan pendidikan untuk meningkatkan SDM nya.

    Ditambahkan Aiman, Sabtu dan Minggu kemarin, telah menggelar menggelar perayaan HUT Ke 43, dimana acara tersebut digelar dengan sederhana selain melaksanakan upacara di halaman Rumah Sakit Sutan Imanudin Pangkalan Bun juga digelar aksi sosial.

    “Dalam rangkaian peringatan HUT Ke 43 kami melaksanakan kegiatan sosial seperti membagikan 100 paket peralatan mandi dan snack untuk pasien, selain itu kami juga membagikan 120 batang jenis tanaman keras di Car Free Day, dalam waktu dekat akan digelar aksi cuci tangan,” katanya.

    DPD PPNI Kobar terus akan memperjuangkan kesejahteraan para perawat dan memperjuangkan peningkatan SDM perawat itu sendiri.

     “PPNI kan sebagai wadah perkumpulan para perawat se Kobar, ada 700 perawat yang harus kami perjuagkan baik masalah Insentip yang masih rendah maupun SDM perawat yang sebagian besar masih memegang kelulusan SPK mlnimal ditingkatkan D3”,terang Aiman Dinata.

    (Man/beritasampit.co.id)