Wakil Ketua DPRD Kalteng Akan Lapor Gubernur Terkait Ruas Jalan ini

    PALANGKA RAYA – Rusaknya ruas jalan provinsi yang menghubungkan Mentaya Hilir Selatan – Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mengalami kerusakan bahkan sampai ditanami pohon pisang oleh masyarakat sekitar mendapat sorotan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

    “Ruas jalan yang menghubungkan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan-Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim pada tahun anggaran 2016 lalu ada dana pemeliharaannya. Tetapi sudah banyak yang mengalami kerusakan,”ungkap Heriansyah kepada wartawan Berita Sampit, Kamis (23/3/2017).

    Menurut Anggota DPRD dari DaerahvPemilihan  (Dapil) Kalteng II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan mempertanyakan banyaknya ruas yang mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, dia akan menanyakan langsung kepada dinas terkait, mengenai banyaknya ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut.

    “Jalan Samuda-Ujung Pandaran, 2016 ada dana pemeliharaannya, karena ini masuk ruas jalan Provinsi Kalteng saya Wakil Kotim Dapil 2 akan tanyakan ke Dinas PU Provinsi danm akan ke lapangan turun langsung melihat kondisi jalan ini,” kata Heriansyah.

    Menurutnya, dia sangat sedih mendengar adanya keluhan masyarakat ini, terlebih dalam waktu dekat ini ruas jalan tersebut akan dilalui oleh rombongan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kotim.

    “Sangat sedih hal ini terjadi Gubernur harus ambil langkah jelang MTQ Kotim bulan April mendatang. Semua ini menurut saya kesalahannya ada pada pengawasan konsultan. Pengawas rata-rata tidak pernah hadir saat pelaksanaannya. Juga akhirnya kontraktor seenaknya melaksanakannya,” tambah legislator dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kalteng ini.

    Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan memanggil dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPU-TR), kontraktor dan konsultan pengawas ruas jalan tersebut.

    “Kita akan evaluasi dalam waktu dekat, dengan memanggil pihak dinas PU, kontraktornya, konsultan pengawas. Kalau perlu saya lapor pak Gubernur jangan-jangan 2016, ada yang tidak sesuai pekerjaan tersebut,”tegasnya. (nt/beritasampit.co.id)