​SADIS…Sales Penjual Pulsa Tewas Ditusuk Dihadapan Banyak Orang

    PANGKALAN BUN – Seorang sales penjual pulsa, tewas mengerikan akibat luka tusukan benda tajam disekujur tubuhnya. Korban bernama Aris (20) warga Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

    Peristiwa pembunuhan sadis ini diduga karena dianiaya oleh 4 orang itu, terjadi Sabtu (8/4/2017) sore, sekira pukul 17.00 WIB, di desa tersebut. Dari tubuh korban nampak luka sobekan bekas benda tajam baik dilambung perutnya hingga nampak menganga.

    Sadisnya kejadian penganiayaan hingga korban tewas ini dihadapan warga desa setempat. Aris yang terkapar berlumuran darah di Tempat Kejadian Perkara, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

    Pantauan beritasampit.co.id, nampak jasad korban di Rumah Sakit sudah dibersihkan. Namun darahnya masih terus mengucur dan namak di bagian tubuhnya banyak luka tusukan senjata tajam.

    Salah seoang saksi mata yang enggan disebut namanya mengatakan, peristiwa ini terjadi saat hujan cukup deras. Ketika itu, korban diketahui sedang mengendarai sepeda motor, dengan membonceng seorang perempuan.

    Tiba-tiba dari belakang datang 4 orang yang juga membawa kendaraan motor dan senjata tajam (sajam). Setelah korban berhenti, keempat orang tersebut langsung menghajar dan menganiaya korban, disaksikan dari jauh sejumlah warga Desa Batu Belaman, yang tidak jauh dari Pintu Gapura Desa.

    “Setelah korban terkapar berlumuran darah, keempat pelaku langsung naik ke motor dan barang bukti celurit yang berlumuran darah dipegang korban,” ungkap sejumlah saksi warga RT 01 Batu Belaman.

    Kejadian ini sungguh menghebohkan warga setempat, karena terjadi ditempat terbuka dan cukup banyak yang orang yang menyaksikan. Seorang ibu-ibu penjaga warung pun berteriak melihat kejadian itu. Sampai berita ini diturunkan belum dikethaui, motif pembunuhan sadis tersebut, karena para pelakunya masih sedang diburu oleh aparat kepolisian.

    (man/beritasampit.co.id)

    (Visited 2 times, 1 visits today)