​Gara-gara Mati Lampu, Lilin Langka di Sampit 

    SAMPIT – PLN sering matikan lampu (pemadaman) mungkin sudah hal biasa bagi seluruh warga di Kabupaten Kotawaringin Timur ini. Namun beda halnya apabila PLN terkendala kerusakan pada pembagian arus.

    Seperti contohnya sejak Kamis (31/8/2017) sore hari lalu. Beberapa wilayah Kabupaten di Kalselteng mengalami pemadaman secara mendadak yang cukup lama. Mati lampu akibat sejumlah kerusakan pada tenaga pembangkit pembagi arus ini mengakibatkan sejumlah kota besar jadi gelap.

    “Sampit ini kalau tidak salah dari jam dua lewat, sampai hampir jam 12 malam, itupun hanya di wilayah Kecamatan MB Ketapang yang hidup,” ujar Mendes (28) Jumat (1/9/2017) tadi pagi.

    Selain itu Margaret salah satu pemilik kios sembako di Jalan Pemuda, Kecamatan MB Ketapang, sejak tadi malam mengatakan kalau lilin ditempatnya sudah habis di borong. “Tadi malam sudah ada yang beli Dua samapai Tiga pak, deretan jalan pemuda nih sudah langka lilin,” ujarnya.

    Sementara itu, wartawan ini langsung menelusuri kebenaran hal tersebut. Pakta lapangan ternyata benar, dari deretan Jalan Tjilik Riwut sampai di,Baamang Bawah penjual lilin sudah sulit ditemukan lantaran habis terjual.

    Hal ini lantaran matinya listrik di seluruh Kota Sampit, bertepatan pada Hari Raya Idul Adha. “Tempat saya saja sudah habis lalu sejak sore,” pungkas Yudi pemilik kios di Jalan Cristhopel Mihing, tersebut.

    (drm/beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)