​dr. Erianto: Tengkorak dan Tulang Belulang Yang Ditemukan Seorang Pemancing Adalah Perempuan

    PANGKALAN BUN – Tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan seorang pemancing di Desa Menyombaan, yang sempat menghebohkan warga Kecamatan Aruta, ternyata tengkorak dan tulang belulang dari seorang perempuan.

    Pernyataan tersebut dikatakan dr Erianto, MKed (FOR) SpF, selaku dokter spesialis forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. “Dari hasil pemeriksaan tulang kelamin, tulang rahang serta rambut dapat dipastikan bahwa tulang tengkorak yang di temukan tersebut adalah seorang perempuan,” ujar Erianto, kepada wartawan Rabu (6/9/2017).

    Dijelaskan Erianto, dari tulang tengkorak diperkirakan perempuan tersebut berusia antara 18 tahun hingga 25 tahun. “Dari kondisi tulang diperkirakan perempuan yang meninggal belum lama ini ya kira-kira dalam jangka waktu 1 sampai 3 bulan lalu. ungkapnya,” di ruangan kamar jenazah RSUD Sultan Imanuddin.

    Dari hasil pemeriksaan dr. Erianto, maka warga di Desa Penyombaan semakin meyakinkan bahwa tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan seorang pemancing senin (4/9/2017) di duda tengkorak seorang bidan yang menghilang saat bertugas satu bulan yang lalu. Kepala Desa Penyombaan, Murni membenarkan bahwa ada seorang warganya berinisial DP (26) yang telah menghilang selama satu bulan.

    “Perihal hilangnya DP, oleh keluarganya juga sudah dilaporkan kepada polisi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/9/2017). Menanggapi hal itu, Wakapolres Kobar, Kompol Dhovan Oktavianto mengatakan, pihaknya akan mendalami hal itu. Berkenaan apakah tengkorak dan tulang-belulang itu seorang bidan berinisial DP, ia juga belum bisa memastikannya.

    “Yang pasti kita tunggu hasil dari rumah sakit, itu manusia apa bukan. Jika hasilnya memang manusia, baru setelah itu kalau ada titik terangnya nanti akan kita lakukan tes DNA untuk mengetahui apakah benar tengkorak dan tulang-belulang itu adalah DP,” beber Wakapolres.

    (man/beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)