ADK Menang !!! Nasib Oknum Guru SDN 3 Tumbang Kalang Masih Dipikirkan?

    SAMPIT – Ternyata tepat pada hari Jumat (6/10/2017) lalu pihak Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) bersama pihak KP2A turun kelokasi untuk mempertemukan kembali beberapa pihak, atas dampak dari kasus penganiayaan oleh oknum guru SDN 3 Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang tersebut.

    Dalam hal ini pihak Disdik yang dihadiri langsung oleh Kadisdik Kotim Bima Ekawardhana, dan Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Kotim, Forisni Aprilista SH, mempertemukan kembali para Dewan Guru, Kepala UPT Kecamatan,dan oknum guru (PP), termasuk ayah ADK, 15 (korban), untuk membahas nasib sekolah ADK, dan mencari tahu kronologis kejadian pemukulan itu.

    Kadisdik Kotim, dibicangi beritasampit.co.id Minggu (8/10/2017) tadi pagi menerangkan, dalam pembahasan tersebut ADK selaku korban yang sebelumnya sempat ditolak oleh pihak Dewan Guru sekolah setempat ini akhirnya mendapatkan rekomendasi surat pemindahan ke Sekolah Dasar di Palangka Raya.

    “Sudah selesai, berdasarkan pertemuan kemarin ayah korban meminta surat rekom pemindahan sekolah ADK, karena memang ayah korban juga menginginkan ADK ini pindah saja dari sekolah tersebut,” ujar Bima.

    Namun demikian, dalam kasus penganiayaan tersebut Bima sendiri belum bisa memberikan penegasan hukuman atau sanksi tegas seperti apa yang akan dijatuhkan kepada oknum guru berinisial PP itu.

    “Hasil dari turun kelapangan Jumat kemarin akan kami rapatkan lagi di dinas. Nanti akan kami pelajari dan kita bahas. Jika memang ada kesalahan tentu akan ada sanksi, pasti surat peringatan kepada guru tersebut akan kita berikan,” jelasnya.

    Sementara itu, Bupati Kotim, Supian Hadi dikonfirmasi baru ini, sangat prihatin dan miris akan terjadinya kasus pemukulan terhadap murid oleh gurunya di SDN 3 Tumbang Kalang tersebut. Bahkan dalam Statementnya Bupati tegas mengatakan, bahwa mengajar bukan berarti harus menggunakan kekerasa fisik, bertutur kata kasar, atau melakukan intimidasi, serta mendiskriminasi para calon generasi tersebut. (drm/beritasampit.co.id)

    Editor: DODY

    (Visited 1 times, 1 visits today)