Ditinggal Suami, Kini Istri Security Lokalisasi Pal 12 Sampit Harus Menghidupi 4 Anak Sendiri

    SAMPIT – Isak tangis di kediaman Almarhum Robik Hartono (35) warga RT 08 RW 03 Jalan Jenderal Sudirman Km 12 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Menyawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sampit ternyata meninggalkan luka mendalam bagi Eni (Isteri) Korban.

    Saat dijumpai dikediamannya, yang kebetulan bertetangga tidak jauh dari rumah korban dan hanya bersebrangan. Darsyah (30) nekat mengakhiri hidup tulang punggung keluarga Eni pada, Sabtu (14/10/2017) malam. Hal itu dipicu ketika Truck bermuatan yang tingginya melebihi batas minimun hendak melintasi rumah korban untuk menuju tempat lokalisasi ditempat tersebut sekitar pukul 23.00 WIB sabtu malam.

    Ketika itu truck tersebut melintasi jalan sehingga membuat kabel penghubung TV kabel milik seorang warga putus, namun sang sopir bersedia mengganti. Tanpa diduga duga, pelaku (Darsyah) yang dikenal dengan aksi premanismenya keluar dari rumah untuk melihat kejadian yang terjadi tersebut, dan ia tidak terima dengan kejadian itu walaupun sopir telah ingin ganti rugi.

    Ketika adu mulut terjadi, Robik Hartono (Korban) yang sedang piket sebagai Satpam atau Security di tempat tersebut. Korban datang dengan niat untuk melerai adu mulut, sampai akhirnya korban dan pelaku adu jotoh dan mengalahkan Darmasyah (Pelaku). Merasa tidak terima karena kalah berduel, ia pulang kerumah mengambil pisau sepanjang kurang lebih 30 cm untuk menghabisi korban dengan 3 tusukan di punggung kanan, ulu hati dan paha kanan.

    Melihat korban bersimbah darah tak berdaya, warga dan petugas satpam lain menghubungi ambulan dan membawanya kerumah sakit untuk mendapat pertolongan. Namun nasib berkata lain, Robik meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit. Korban sampai di Instalasi Kamar Jenazah sekitar pukul 24.00 WIB sabtu malam tersebut. Bersama rekannya satu profesi.

    Eni menjelaskan, ketika itu ia baru melihat sang suami setelah sudah berlumur darah. “Saya tidak tahu Almarhum berkelahi, saya waktu itu tidur lalu dibanguni dan setelah bangun melihat sudah bersimbah darah dan diangkat ke ambulan,”terang Eni di kediamannya Kompleks KM. 12 Sampit -Pangkalanbun

    Eni mengaku dengan kepergian suami tercinta ia sangat terpukul sekali, mengingat bahwa korban adalah tulang punggung keluarga. Dan memiliki 4 anak, yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) 2 orang dan yang belum mengenyam pendidikan serta balita berumur 5 bulan.

    “Saya sangat sedih mas, saya merasa terpukul sekali. Saya berharap pihak berwajib bisa menangkap segera pelaku dengan hukuman yang setimpal. Karena saya masih banyak tanggungan, bahkan rumah inipun masih ngontrak,” ungkap Eni kepada beritasampit.co.id. Eni tidak tahu harus berbuat apa untuk menghidupi anak-anaknya, mengingat buah hati bungsu mereka masih berumur 5 bulan.

    “Suami saya sejak 2001 sudah kerja sebagai satpam, dan menikah dengan saya sejak 2003 lalu. Tidak ada firasat apa-apa sebelum kepergian suami saya, ia beraktivitas seperti biasanya. Kerja, makan dan tidur,” demikian Eni sambil menitiskan air mata

    Pelaku (Darsyah) telah ditangkap oleh Polisi sekitar pukul 15.30 WIB sore tadi. Minggu (15/10/2017). “Pelaku telah kita amankan, namun sempat mencoba kabur saat ingin makan dengan terpaksa anggota mengeluarkan tembakan sehingga mengenai kaki kiri pelaku,” tegas Kapolsek Ketapang AKP Todoan Gultom. (jmy/beritasampit.co.id)

    Editor: DODY

    (Visited 5 times, 1 visits today)