SALUT…Katingan Juara Pertama Tari Pedalaman Se-Kalteng

1428
FOTO: IST/BS- Penari asal Kabupaten Katingan yang menjadi juar pertama Tari Pedalaman Se- Kalteng, di Taman Budaya Palangka Raya.‎

KASONGAN – Kabupaten Katingan berhasil menjadi juara pertama Tari Pedalaman Daerah tingkat Pelajar se Provinsi Kalimantan Tengah yang diikuti oleh 11 Kontingen dari 13 Kabupaten/Kota, yang dilaksanakan sejak 13 hingga 16 November 2017 yang lalu, di Taman Budaya Palangka Raya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpor) Kabupaten Katingan, Drs Mido S Mahar saat dikonfirmasi tentang keberhasilan para pelajar di Bumi Penyang Hinje Simpei dalam festival tari pedalaman ini, Minggu (19/11/2017), mengatakan bahwa selama tiga kali mengikuti event seperti ini, baru kali ini pelajar di Katingan berhasil memperoleh juara pertama. Sebelumnya untuk juara harapan saja tidak pernah.

“Nama-nama perwakilan yang ikut serta dalam tari pedalaman tersebut yaitu SMAN 1, SMAN2 dan SMKN 1 Katingan Hilir sekaligus dengan nama-nama pemusiknya, diantaranya Elsadila Risnata, Yusi, Angel, Vanny, Norminah, Tari, Ika, Oxana, Adrius, Wisnu, Fathur dan Ario. Sedangkan pemusiknya, diantaranya Eko, Erick, Titan, Dawit, Rita, dan Suryanto,” ujar Mido.

Baca Juga:   Ratusan Pendemo Kembali Tuntut Bupati Katingan Diberhentikan

Selain tari pedalaman, penari-penari dibawah bimbingan Daurwati Sakariyas dan dibawah binaan Megawati, S.Pd ini juga berhasil memperoleh juara pertama dalam penata tari terbaik, penata musik terbaik dan penata busana terbaik. Sehingga, membawa harum nama Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Timur yang sudah berusia 15 tahun ini.

Terkait dengan kemenangan ini, dirinya meminta kepada kontingen Katingan yang berjumlah 60 orang yang diikutsertakan dalam even ini, khususnya para penari dan pemusiknya agar jangan berbangga dulu, tapi terusberlatih, dan berlatih untuk mengikuti festival-festival lainnya nanti. Termasuk juga festival tari-tairan daerah di tingkat Nasional dan internasional.

“Maksudnya, jangan hanya berlatih ketika menjelang festival atau even saja, tapi berlatih secara berkelanjutan atau tiga kali seminggu, dan bahkan dilakukan setiap hari,” harapnya.

Memang dirinya menyadari, Disbudparpor Kabupaten Katingan selama ini belum pernah memberikan bantuan bangunan sanggar untuk latihan dalam rangka pembinaan para penari di Kabupaten Katingan.

Baca Juga:   Pelapor Bupati Katingan Cabut Berkas Laporan.. Benarkah?

Namun, ke depannya dirinya berencana akan mengusulkan anggarannya ke tim anggaran. Paling tidak untuk sanggar-sanggar di sekolah dan sanggar yang berpotensi. Tujuannya menurutnya adalah agar jadwal latihan bisa diatur dalam tiga kali seminggu atau stiap hari, dan bisa pula dilakukan pada malam hari.

Karena, jika latihannya dilakukan di sembarang tempat atau di rumah-rumah penduduk, selain tidak bisa rutin, juga akan mengganggu tetangga jika dilakukan pada malam hari.

Selanjutnya, untuk memberikan suport kepada kontingen yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten, dirinya berjanji akan mengikutsertakannya untuk mengisi acara tahunan di anjungan seni dan budaya di DKI Jakarta pada tahun depan.

“Ini sudah merupakan program bidang pariwisata di dinas kami, lantaran berhasil ikut melestarikan seni dan budaya daerah,” aku mantan kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana ini.

(ar/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments