Nelayan di Ujung Pandaran Sampit Galau, Benarkah?

1267
FOTO : DRM/BS-Aktivitas rutin nelayan ujung pandaran, Kabupaten Kotim, Senin (4/12/2017).

SAMPIT – Saat ini masyarakat nelayan di Desa Pantai Ujung Pandaran didera kegalauan lantaran penghasilan tangkapan ikan mereka kian menurun tiap harinya. Bahkan sampai saat ini, warga-warga yang bermukim di pesisir pantai wisata tersebut pun tampak kesulitan mencari lauk-pauk untuk di konsumsi setiap harinya.

“Susah sekarang kalau mau beli ikan, biasanya tinggal berangkat ke kampung ikan, sudah dapat ikan yang kita mau, tapi sekarang gak bisa milih-milih ikan lagi, katanya ikan lagi sulit,” ujar Usup, salah satu pengelola penginapan di pantai tersebut, Senin (4/12/2017).

Baca Juga:   Bupati Minta Dukungan DPRD Kotim Terkait Pasar Eks Bioskop Mentaya, Kenapa?

Menurutnya, beberapa waktu terkahir ini sering melihat kapal-kapal asing masuk dan melakukan penangkapan ikan di lokasi penangkapan ikan Ujung Pandaran tersebut.

“Sering saja melihat kapal-kapal asing itu kelihatan saja dari bibir pantai ini biasanya, tapi gak tau apakah mereka menangkap ikan atau melakukan aktivitas apa, kita gak tau, yang pasti selalu ada kapal-kapal asing yang bukan dari kampung nelayan,” ungkapnya.

Usup juga berharap kepada pihak penegak hukum maupun pemerintah agar pengawasan terhadap kapal-kapal asing yang melintas atau bahkan masuk di wilayah Ujung Pandaran di perketat.

Baca Juga:   Keresahan Masyarakat Terhadap Tempat Penjualan Miras Bisa Jadi Pertimbangan Pemkab Membuat Perda

“Kasian para nelayan kita, dan yang paling penting jangan sampai ikan-ikan kita di curi, karena itu sama saja membuat ekonomi para nelayan jatuh menurun, karena pendapatan mereka jelas dari situ,” tutupnya. (drm/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments