Sikapi PETI, Tunas Borneo dan HMI Korkom UPR Gelar Diskusi

    PALANGKA RAYA – Dalam rangka mencari solusi dari masalah Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Tengah (Kalteng), lembaga Tunas Borneo dan HMI Korkom (koordinator komisariat) Universitas Palangka Raya menggelar diskusi bersama, Sabtu (9/11) di Aula KNPI Provinsi Kalteng.

    Menurut direktur Tunas Borneo, Aan Nurhasan, bahwa diskusi yabg digelar itu bertujuan untuk mendorong adanya pembinaan dan pendampingan bagi masyarakat yang melakukan pertambangan tradisional di daerah-daerah.

    Sementara itu, Ketua HMI Korkom UPR, Yusefri menilai bahwa aktivitas PETI di Kalteng hendaknya mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah, khususnya mengingat sebagian masyarakat di Kalteng mengandalkan pertambangan sebagai mata pencaharian.

    “Kalau memang pemerintah ingin serius hendaknya harus ada solusi yang riil bagi masyarakat yang melakukan aktivitas PETI tersebut, misalnya melakukan sosialisasi terkait dengan aktivitas pertambangan atau opsi usaha lain yang bisa jadi mata pencaharian masyarakat” ucapnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh moderator diskusi, Moses Agus Purnomo, bajwa dalam menyikapi aktivitas PETI di Kalteng harusnya ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat penambang agar kedepannya apa yang jadi masalah bisa teratasi. Misalnya, kata dia, program pembinaan pertambangan tanpa merusak lingkungan.

    Untuk diketahui, acara diskusi tersebut dihadiri oleh beberapa organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, serta BEM yang ada di kota Palangka Raya. (apr/beritasampit.co.id)