Setiap Tahun Warga Katingan Terkena DBD

    KASONGAN – ‎Kepala Dinas Kesehatan Katingan Robertus Pamuryanto, mengatakan, bahwa setiap tahun selalu ada warga yang suspek maupun positif menderita penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti, yakni demam berdarah (DBD).

    Demikian disampaikannya, kepada beritasampit.co.id, Kamis (4/1/2018). “Setiap tahun pasti ada warga Kabupaten Katingan yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ini,” ujarmya.

    Kendati demikian, jumlah warga yang terserang penyakit mematikan tersebut masih relatif sedikit dibanding kasus serupa di daerah lainnya. “Jadi selama ini tidak pernah sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB), bahkan tidak ada yang sampai meninggal akibat DBD. Itulah yang menjadi fokus kita, menekan agar jangan sampai terjadinya KLB,” ungkapnya.

    Pihanya menghibau, kepada warga yang terindikasi atau suspek DBD agar segera meminta perawatan medis, baik di Puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Selain itu, diminta agar masyarakat membiasakan hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

    “Pada musim hujan biasanya nyamuk penyebab DBD berkembangbiak di tempat-tempat penampungan yang airnya jernih, seperti bak mandi, bekas kaleng atau ember di sekitar rumah yang ada airnya. Jadi pola hidupnya berbeda dengan nyamuk kebanyakan,” jelasnya.

    Dalam upaya pencegahan merebaknya penyakit DBD ini, sudah dibentuk jumantik atau juru pemantau jentik. Petugasnya yaitu warga di lingkungan sekitar untuk diberdayakan. 

    “Jumantik itu perannya sangat penting dalam hal pemberantasan sarang nyamuk. Jumantik juga agen untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakatnya agar lebih peduli terhadap bahaya DBD,” terang Rubertos Pamuryanto.

    Kepedulian masyarakat bisa dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya membuka diri saat jumantik datang untuk memeriksa rumah. Dan masyarakat juga harus aktif bertanya seputar DBD, sehingga masyarakat bisa mengerti.”Apabila masyarakat dan jumantik bekerja sama, diharapkan angka kejadian maupun kematian akibat DBD bisa ditekan hingga nol,” pungkasnya. (ar/beritasampit.co.id)