Diskominfo Kapuas Beri Ilmu Internet Desa Kepada DPRD Balangan

    KUALA KAPUAS – Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kapuas kedatangan tamu sebanyak tujuh orang dari provinsi tetangga, yakni Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (13/2) siang. Ternyata tamu itu adalah jajaran Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan.

    Kedatangan mereka itu pun disambut langsung oleh Kepala Diskominfo Kapuas, Nor Alamsyah, Sekretaris Suwarno Muriyat, dan dua orang kepala seksi di dinas tersebut..

    Ketua Komisi III Kabupaten Balangan, Dadang Fajeri, menjelaskan, kedatangan mereka ke Kabupaten Kapuas khususnya Diskominfo untuk belajar dan pengkayaan keilmuaan tentang jaringan internet desa.

    “Sebelumnya terima kasih atas sambutan dari Bapak-bapak semuannya. Kami disini ingin menggali pengalaman tentang internet desa yang ada di Kabupaten Kapuas,” terang Dadang, seraya menambahkan sebelum berkunjung ke Diskominfo, mereka juga sempat mengunjungi DPDR Kabupaten Kapuas.

    Kepada tamunya, Nor Alamsyah, mengutarakan internet di Kabupaten Kapuas sudah dapat menjangkau seluruh Kecamatan. Namun, dari 214 desa dan 17 kelurahan yang tersebar dalam 17 kecamatan masih belum seluruhnya terakomodir internet.

    “Alhamdulillah tahun 2017 lalu Kabupaten Kapuas mendapat bantuan 6 buah BTS (Base Transceiver Station) menara telekomunikasi dari Kementerian Kominfo melalui BP3TI yang kini telah berubah nama menjadi BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dahn Informatika). Lima dari enam menara BTS itu yang dibangun di area tidak ada sinyal telepon (blankspot) karena jaraknya sangat jauh sudah berfungsi yakni di desa Sei Pinang, Jakatan Pari, Supang, Kaburan, dan Muroi Raya, sedangkan Palangkau Baru sedang dalam tahap penyelesaian karena terdampak banjir” ucap Nor Alamsayah

    Masih ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas menambahkan untuk tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas telah mengusulkan kepada BAKTI di Jakarta yang langsung diserahkan oleh Bupati Kapuas sebanyak 37 lokasi yang masih tidak terjangkau jaringan internet.

    “Ada juga sejumlah desa yang membangun menara BTS sendiri dengan menggunakan dana desa, selain berfungsi untuk kelancaran pelaporan keuangan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) juga menambah penghasilan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” tetangnya.

    Lanjut Suwarno, Diskominfo akan terus berkoordinasi dengan SOPD terkait serta menggandeng pihak yang bergerak dalam pembangunan jaringan internet agar desa segera memiliki jaringan internet.

    Selain itu, kata dia, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) telah pihaknya bentuk di sebelas Kecamatan dengan tujuan agar masyarakat mampu memberi nilai tambah dan lebih sejahtera kehidupannya dengan memanfaatkan media telekomunikasi.

    “Masyarakat secara mandiri, sendiri atau berkelompok dapat memanfaatkan internet untuk belajar bagaimana cara bercocok tanam dari petani yang telah berhasil. Dapat pula belajar tentang mengolah dan mengemas hasil pertanian bahkan memasarkan hasilnya dapat pula menggunakan media online,” pungkas Suwarno.

    (irfan/beritasampit.co.id)

    (Visited 3 times, 1 visits today)