Suami Lumpuh, Ibu ini Jadi Tulang Punggung Keluarga dan Hidupi Anaknya

    MUARA TEWEH – Bekerja hingga larut malam dengan bejualan pentol goreng, ibu Maimunah mecari nafkah untuk Keluaraganya.

    Di pinggirkan sungai Barito, Kota Muara Teweh, Barito Utara (Barut) tempat Ibu paruh baya ini harus banting tulang sendiri untuk menggantikan suaminya sebagai tulang punggung keluarga karena lumpuh akibat terkena serangan struk.

    800

    Selain, menjadi tulang punggung keluarga, Maimunah yang memilihki 2 orang anak terpaksa harus merawat suaminya yang tergeletak tidak bisa bergerak lagi.

    Walaupun dengan keterbatasan demikian, ia (Maimunah), tidak putus asa untuk tetap menyekolahkan ke 2 anaknya.

    “Saya tidak ingin anak saya sampai putus sekolah, saya ingin anak saya terus belajar dan bersekolah” ujar Ibu tersebut, Sabtu (24/2/2018)

    Selain itu, Maimunah tidak pernah merasa malu, dengan profesinya sebagai penjual pentol goreng.

    Lantaran tidak banyak ibu-ibu yang harus banting tulang seperti dirinya untuk mencari uang demi dapat menyambung hidup walaupun sampai larut malam.

    “Mungkin saya sekarang ada di rumah seperti ibu yang lain, namun karna suami saya sakit terkena struk dan saya pun harus menggantikannya. Dengan berjualan pentol Saya tidak malu bekerja seperti ini, yang penting apa yang saya lakukan halal,” dengan bangga ibu itu ucapkan.

    (ris/beritasampit.com)