Mantap… Manfaatkan Sampah Bupati Sukamara Canangkan Kampung Iklim, Kok Bisa?

    SUKAMARA – Peringatan Hari peduli sampah nasional (HPSN) 2018 di Kabupaten Sukamara ditandai dengan penanaman pohon di tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah dan juga pencanangan program 3S (Shodaqoh, Sampah, Sukamara) dengan pilot projek kampung iklim di RW. 3 Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara.

    Bupati Sukamara, Ahmad Dirman usai mencanangkan program 3S dilaksanakan di TPA Sukamara, harapanya dapat menumbuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk dapat memilah dan mengelola sampah yang masih dapat dimanfaatkan agar bisa dijual kembali melalui petugas atau kader lingkungan.

    “Dengan adanya program 3S ini masyarakat dapat menjaga kebersihan jangan sampai membuang sampah sembarangan, dan saat ini sudah dicanangkan kampung iklim sebagai pilot projek untuk program 3S di Kampung Padang, RW 3 yang meliputi RT. 6, 7, 8 dan RT. 9,” ujar Dirman, Selasa (27/2/2018).

    Dirman mengharapkan program kampung iklim tersebut bisa berkembang bukan hanya di RW. 3 namun juga dapat kerkembang ke wilayah lainnya di Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara bahkan bisa mencapai tingkat kabupaten.

    “Harapan kita dengan adanya kegiatan ini mari bersama-sama membuat Sukamara bersih dan sehat, selain itu dukungan masyarakat juga diperlukan agar gerakan 3S ini bisa berjalan dengan baik untuk mewujudkan kota Adipura,” harap Dirman.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan bahwa gerakan 3S di kampung iklim diharapkan menjadi cikal bakal pengelolaan sampah yang dimulai dengan memilah dan mengumpulkan sampah terutama sampah anorganik seperti plastik, kaleng, kardus, botol air mineral.

    “Kita hanya menyiapkan lembaganya tentunya masyarakat nanti yang akan berpartisipasi secara utuh dan untuk membantu masyarakat kita ada kader lingkungan yang akan mengambil sampah terpilah untuk dijual ke bank sampah,” terang Rendy.

    Rendy menerangkan pemilihan Kelurahan Padang sebagai kampung iklim merupakan hasil dari sosialisasi secara terus menerus sejak tahun lalu dan pihakny merasa bahwa RW 3 yang paling siap untuk menjalankan program 3S.

    “Jadi Kelurahan Padang yang paling siap secara masyarakatnya, kemudian secara kelembagaannya dan aparaturnya juga siap,” tukas Rendy.

    (enn/beritsampit.co.id)

    Previous articlePjs. Bupati Barut : Menuju Pilkada, Aman Dan Damai
    Next articleKetua DPR Bamsoet Minta BPOM Usut 13 Makanan dan Obat Kandung Babi