Pergantian Ketua Fraksi Golkar DPR Gaduh

349
Agung Laksono

JAKARTA – Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golongan Karya (Golkar) HR. Agung Laksono meminta para kader Partai Golkar tidak lagi menimbulkan kegaduhan di internal partai, terkait pengangkatan Melchias Marcus Mekeng sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPR menggantikan Robert J Kardinal.

“Sehubungan dengan pergantian Ketua FPG Pak Mekeng saya minta semua pihak tenang dan bekerja sebagaimana biasanya. Adanya kritikan dan pernyataan yang bernada penolakan itu sebenarnya tidaklah perlu terjadi. Saya percaya DPP partai Golkar sudah melakukan pertimbangan dan kajian atas keputusan tersebut,” kata Agung Laksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Sampai saat ini DPP Partai Golkar dinilai tetap memegang teguh tagline Golkar Bersih.

Baca Juga:   Jelang Pilpres 2019, Ketum PB HMI Ajak Pemuda Cerdas Gunakan Medsos

“Saya percaya DPP akan konsisten dengan tagline Golkar Bersih. Karena kebijakan itu tetap dipegang teguh mana kala jika ada fungsionaris Golkar yang benar-benar terbukti terseret kasus hukum maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi penonaktifan atau diminta mengundurkan diri sesegera mungkin,” ujarnya.

Agung Laksono yang juga mantan Menko Kesra ini juga meminta seluruh pihak dan kader Partai Golkar untuk mengedepankan praduga tak bersalah dan tidak mendahului putusan hukum.

“Berikan kesempatan apa yang diputuskan DPP Partai Golkar agar Pak Mekeng bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sebagai pimpinan FPG DPR RI yang baru di DPR RI. Beri kesempatan Pak Mekeng untuk bekerja secara maksimal,” katanya.

Baca Juga:   Kodam XII/Tanjungpura Apel Gelar Pasukan TNI Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Tahun 2018

Agung meminta agar seluruh kader Partai Golkar tidak membuang-buang energi hanya untuk urusan internal, sebaiknya energi itu digunakan untuk melakukan penggalangan dan penguatan Partai Golkar dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 sekaligus Pilpres 2019 yang sudah diambang pintu ini.

“Jangan buang energi untuk ribut di dalam. Tenaga dan konsentrasi semestinya dimanfaatkan dalam upaya pemenangan Pilkada Serentak 2018, Pemilu 2019 termasuk Pilpres 2019 untuk memenangkan Jokowi yang telah diusung oleh Golkar,” katanya.

(jan/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments