DPRD Kapuas Akan Buat Perda Lindungi Keberadaan Pasar Tradisional

392
Ketua Bapemperda DPRD Kapuas, Rommy Adam.

KUALA KAPUAS – Menjamurnya bisnis waralaba di Kabupaten Kapuas menjadi perhatian serius bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas. Sebab, keberadaan bisnis waralaba ini apabila tidak diatur dinilai dapat mematikan pedagang kecil, dan pasar tradisional pada tahun-tahun yang akan datang.

Untuk itu, agar keberadaan bisnis waralaba tidak mematikan pasar tradisional, DPRD Kapuas akan membuat peraturan daerah tentang pasar tradisional dan pasar modern.

Ketua Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kapuas, Rommy Adam, mengungkapkan, seperti yang diketahui bahwa bisnis waralaba di Kapuas mulai berkembang, bahkan sudah menjamur. Nah apabila tidak diatur, seperti zonasinya maka 5 hingga 15 tahun ke depan, dengan semakin banyaknya bisnis ini kemungkinan pasar tradisional akan hilang.

Baca Juga:   DPRD Kapuas Lakukan Kunker ke Luar Daerah

“Kita berpikir 5, 10 sampai 15 tahun kedepan. Bisnis waralaba semakin besar di Kapuas, kalau tidak kita atur zonasinya, otomatis pasar tradisional ini akan hilang,” ujarnya, kepada beritasampit.co.id, belum lama ini.

Melihat hal ini, dia berkeinginan agar pasar tradisional tidak kalah dengan bisnis waralaba, maka tahun ini kita akan membuat perdanya, yakni tentang pasar tradisional dan pasar modern.

“Karena kan pemerintah daerah ini punya komitmen untuk mensejahterakan masyarakat, maka perda itu nanti akan melindungi pasar tradsional. Itu yang kita perjuangkan lewat gedung DPRD ini,” ungkap politikus muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.

Baca Juga:   Legislator Ini Dukung Pelaksanaan Bimtek K13

Lanjut wakil rakyat dari dapil II ini, untuk raperdanya masih digodok naskah akademiknya. “Apabila nanti selesai nanti akan diajukan, dan dilakukan pembahasan hingga pengesahan. Semoga pembuatan produk hukum ini bisa berjalan lancar,” ucap Rommy.

(irfan/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments