Tahun 2019 Pemkab Katingan Akan Bebas Lokalisasi dan Prostitusi

111

KASONGAN – Pejabat sementara (Pjs) Bupati Katingan, Drs Suhaemi mengatakan, bahwa Kabupaten Katingan tahun 2019 akan bebas dari lokalisasi dan prostitusi.

Pasalnya, hal tersebut merupakan seiring dengan kebijakan Kementrian Sosial dan Gubernur Kalimantan Tengah bahwa di Kalimantan Tengah tahun 2019 bebas lokalisasi prostitusi.

Menurutnya, namun sebelum ditutup ada tahapannya, karena mereka juga manusia, harus ada solusi bukan langsung seperti itu saja, melainkan ada upaya pemerintah lakukan yaitu dengan pembinaan melalui sosialisasi dulu, lalu beri modal, dan kemudian dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Sehingga mereka nantinya akan buka usaha disana, buka rekening dan akan kita kasih modal Rp.5 juta per orang. Kemudian untuk yang terkait dengan adanya Germo dan terkait lainya, juga akan kasih modal usaha. dengan begitu mereka nanti bisa ada yang buka rumah makan sendiri sebagai usaha mereka,” terang Suhaemi, Kamis (12/4/2018).

Baca Juga:   Karang Taruna Katingan Bangkit Berkontribusi Untuk Masyarakat

Suhaemi, yang juga Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng ini mengatakan, bahwa pada tahun ini salah contoh di Kalteng yang sudah ditutup tempat lokalisasi, seperti di kota Sampit. Untuk tahun depan di Katingan, Muara teweh, Palangkaraya serta yang lainnya akan bebas lokalisasi. Sebab menurutnya, Kalteng tidak hanya bebas lokaliasi saja, namun bebas dari anak jalanan, bebas orang pasung dan yang lainnya.

“Kemudian untuk Kabupaten Katingan, seperti lokalisasi yang berada di pal 19 Kereng Pangi dan arah Desa Tumbang Samba, akan ditutup tahun 2019 . Jadi kita rapat dengan Kementrian, Bupati, Kepala Dinas dan Dinas Sosial Provinsi. Pertama ada kesepakatan, mungkin nanti akan diberi pendanaan untuk mengeluarkan ke luar daerah. Itu dari dana shering APBD dan Dana pusat,” jelasnya.

Baca Juga:   Ahmad Robama Buka Kejuaraan Tapak Suci Muhammadiyah se Kalteng di Katingan

Oleh sebab itu, dimohon kebijakan pemerintah ini mendapat dukungan, karena pemerintah daerah juga sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama maupun instansi terkait yang ada di katingan. “Mudahan ini mendapat dukungan dari semua, agar kemaksiatan itu paling tidak kita bisa bertahap untuk menguranginya,” pungkasnya.

(ar/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments