Daerah Harus Kuasai Digital Ekonomi

296

MANADO – Daerah harus menguasai Digital Ekonomi sehingga daerah itu akan menjadi incaran para wisatawan asing atau turis.

“Digital Ekonomi itu ada tiga yaitu
Fashion, Travel dan Kuliner, ” kata Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani dalam acara Press Gathering antara pimpinan MPR dengan wartawan DPR, DPD dan MPR di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (13/4).

Menurut Muzani para ibu-ibu mau pergi jauh hanya mengejar fashion seperti tas saja. Mestinya daerah lain bisa kreatif dengan punya daya tarik untuk fashion produk daerah itu sehingga para turis datang kesini.

Sedangkan dari travel, daerah harus bisa menarik pada wisatawan asing dengan kehandalan wisatanya seperti di Manado terkenal dengan Bubur Manado dan wisata laut Bunaken. Tapi yang diperhatikan adalah pelayanan imigrasi yang mudah akses oleh turis juga sarana hotel yang higienis tidak jorok.

Baca Juga:   Heboh...Diatas Ruang Pimpinan DPR Diselimuti Asap

“Turis itu mau datang ke Indonesia jika keadaan aman dan nyaman,” ucapnya.

Sedangkan kuliner turis akan datang dan kejar jika ada kuliner yang enak ambil contoh berhasil nya Malaysia menjual jenis durian Musang King yang orang Indonesia pun mau ke Malaysia hanya ingin makan durian ini, sambungnya.

“Sekarang bagaimana caranya menarik wisatawan datang ke Menado mengejar Bubur Manado dan wisata laut Bunaken,” tegasnya.

Menyinggung soal tema diskusi Menggali Potensi Kelautan, Muzani melihat potensi bidang ini dihidupkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Sehingga terasakan sektor kelautan ini menambah pendapatan negara.

Baca Juga:   KPK Melakukan OTT Kepala Daerah, Akbar Faizal 'Sewot'..?

“Hanya saja setiap ganti presiden Mentri ganti kebijakan sehingga membuat nelayan yang jadi korban,” ujarnya.

Manado Batasi Wisata

Sebelumnya mewakili gubernur Maluku Utara Kepala Bappeda Ricky Tumandu mengungkapkan sekarang ini Menado membatasi jumlah wisatawan yang hanya batas 100 ribu orang saja karena faktor infrastruktur seperti petugas imigrasi yang kurang jumlahnya.

“Pernah ada turis datang malam hari tidak bisa dilayani karena kantor imigrasi tutup.

Begitu juga kekurangan kamar hotel karena yang ada hanya 7000 kamar sehingga oleh gubernur diminta di-stop turis asing tidak melebihi fasilitas yang ada di Menado,” ucapnya.

(jan/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments