Mantap… Desa Pasir Panjang Siap Jadi Desa Wisata

122

PANGKALAN BUN – Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan merupakan salah satu desa di Kabupaten Kotawaringin Barat yang berada di sisi Kota Pangkalan Bun.

Keberadaan wilayahnya sampai sekarang dihuni sedikitnya oleh 13 kantor organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Kantor DPRD Kabupaten Kobar.

Juga, satu-satunya desa yang memiliki ribuan rumah permanen yang dibangun oleh sejumlah perusahaan pengembang, memiliki hutan lindung, yang telah dilestarikan seperti di Kebun Raya Bogor, dan komplit dengan berbagai seni budaya adat, khususnya Budaya Adat Dayak Kaharingan.

Dalam rangka pengembangan program wisata maka kedepannya Desa Psasir Panjang akan dijadikan pusat obyek wisata. Karena tersebut sudah siap menjadi desa wisata.

Baca Juga:   Datel Pangkalan Bun Kurang Teknisi Hambat Tangani “Keluhan” Konsumen

“Kita tiinggal meningkatkan pengelolaanya saja, karena Desa Pasir Panjang kalau obyek wisatanya semakin dikembangkan maka desa ini akan menambah jumlah obyek wisata di Kabupaten Kobar,” kata Bupati Kobar Hj Nurhidaya usai menyaksikan Ritual Adat Manuruk Mangumbah Kampung Halaman Buah Golah (Pelebaran Jalan) pada acara meresmikan Tiang Pemancang Balai Adat Kaharingan, Senin (16/4/2018).

Sementara itu, Tamel, selaku Kepala Desa Pasir Panjang mengatakan bahwa desanga telah siap untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Karena, di desanya memiliki kemajemukan dan keragaman semua budaya dan adat di Indonesia. Selain itu, sumber daya alamnya ramah lingkungan karena memiliki hutan lindung yang sejak lama dijaga oleh masyarakat Desa.

Baca Juga:   ​Mahasiswa Pangkalan Bun Gelar Seminar Nasional Pendidikan dan Kewirausahaan

“Saya sebagai kepala desa menyambut dengan gembira kalau Pemkab Kobar melalui Ibu bupati siap akan mengembangkan Desa Pasir Panjang sebagai obyek wisata desa. Bahkan kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu bupati karena ada pelebaran jalan, sehingga nanti kedepannya obyek wisata di Desa Pasir Panjang semakin berkembang,” ujarnya.

Menurut Tamel, anggaran untuk membangun Balai Adat Kaharingan sumber dananya dari ADD dan Bagi Hasil Pajak Daerah total Rp 489,2 juta.

”Mudah-mudahan dengan dibangunya Balai Adat Kaharingan, kerukunan umat beragama semakin terjaga,” papar Tamel.

(man/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments