Waduh !!! Harga LPG Bersubsidi di Katingan Kuala  Rp 50 Ribu/Tabung 

83
Keterangan Foto : AR/BS - Anggota DPRD Katingan, Karyadi

KASONGAN – Program Pemerintah Pusat untuk melakukan konversi bahan bakar Minyak (BBM), khususnya Minyak Tanah (Mitan) ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi isi 3 KG sebenarnya sangatlah baik dan disambut baik pula oleh sebagian besar rakyat di seluruh Indonesia, termasuk juga masyarakat Kabupaten Katingan.

“Karena, disamping efektif dan efesien penggunaannya, juga sangat murah harganya jika dibandingkan dengan menggunakan mitan,” terang Karyadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, Selasa (17/4/2018).

Meskipun awalnya memang bagus dan masyarakat menyambut gembira tentang konversi tersebut. Namun belum sampai dua tahun berlalu harga di pedagang eceran yang hanya dengan kisaran antara Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu pertabung pada saat itu, kini di kota Kasongan dan sekitarnya sudah naik melambung dengan kisaran antara Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu pertabung. Bahkan, di kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai dengan kisaran antara Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu pertabung.

Baca Juga:   UMP Terbukti!! Lulusan SMA/SMK Diharapkan Lanjut Kuliah, ini Saran Anggota DPRD Katingan?

Khusus untuk harga di Kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai, dengan harga dengan kisaran antara Rp45 ribu, hingga Rp50 ribu pertabung. Seperti itu menurutnya sangat mencekik masyarakat di dua Kecamatan tersebut.

“Intinya, tingkat ekonomi masyarakat yang sudah menurun tajam untuk saat ini, ditambah lagi melonjaknya harga LPG bersubsidi isi 3 KG. Sehingga masyarakat di dua Kecamatan tersebut semakin sakit,” jelasnya.

Adapun harga LPG isi 3 KG bersubsidi yang dibeli di pedagang eceran di Kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai dimaksud menurutnya bukan hanya berdasarkan laporan masyarakat saja, tapi memang dirinya sendiri saat melakukan reses kedua di tahun 2018, yang dilaksanakan pada 9 hingga 14 April 2018 pekan lalu.

Baca Juga:   Dewan Nilai Pengawas Sekolah di Katingan Kurang Optimal

Melihat keadaan seperti itu, anggota dewan yang sedang menyelesaikan pendidikan doktoral (S-3)-nya di Universitas Diponegoro ini meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Katingan agar secepatnya menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG bersubsidi isi 3 KG yang sangat menyakitkan masyarakat Katingan Kuala dan Mendawai pada khususnya, dan masyarakat Katingan pada umumnya ini.

“Sehingga masyarakat Katingan benar-benar merasakan, bukan hanya merasakan efektif dan efesiennya menggunakan LPG dalam masak memasak di dapur, tapi merasakan pula murahnya menggunakan LPG daripada mitan,” tegasnya

(ar/beritasampit.co.id)

EDITOR: MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments