Segelintir Orang Sebut Film 212 Radikal, Aher : “Ngaca” Dulu

422
Direktur Eksekutif Lembaga MIC, Agus Hermawan ST.

PALANGKA RAYA – Direktur Eksekutif Lembaga Menara Insan Cita Kalimantan Tengah Agus Hermawan ST menyayangkan adanya penolakan pemutaran film The Power Of Love 212 di Studio Palangka Raya oleh segelintir orang.

Karena menurutnya, film tersebut telah mendapat sertifikat lolos sensor dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Ini artinya, apa yang dinilai oleh segelintir orang bahwa film tersebut bermuatan radikal dan politis tidak sejalan dengan lembaga sensor dan KPI,” ujar Aher-sapaan akrabnya kepada beritasampit.co.id, Selasa (15/5/2018).

Baca Juga:   ​Gubernur Kalteng Resmikan Kantor IJTI Kalteng

Dia menjelaskan, apabila film telah lolos sensor maka film tersebut sudah layak tayang di mana pun di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya.

“Dengan demikian jika ada pihak-pihak yang merasa bahwa film ini radikal, misalnya teroris, dan punya agenda politis dan sebagainya, harusnya orang-orang ini bercermin lebih dahulu,” ungkapnya.

Kemudian, karena film tersebut akan diputar di studio 21 Palangka Raya, mantan Sekretaris HMI Cabang Palangka Raya ini mengajak seluruh masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya untuk berbondong-bondong menonton film tersebut.

Baca Juga:   NasDem Naikan Bendera Setengah Tiang, PPP Ikhlas Jokowi tak Buka Workshop

“Kita buktikan bahwa film ini adalah film yang mengedukasi, mendidik, sangat Bhinneka Tunggal Ika, sangat toleran dan Pancasila,” ucap Aher.

(irfan/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments