WOOWW..!! BNNP Kalteng Gagalkan 254 Gram Lebih Sabu Masuk Palangka

669
FF/BS - Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi saat menunjukkan 3 bungkus paket sabu tangkapan di Palangka Raya

Editor: A Uga Gara

PALANGKA RAYA – Sebanyak 254, 30 Gram sabu masuk Palangka Raya berhasil digagalkan peredarannya oleh BNNP Kalimantan Tengah, Jumat (4/5/2018) lalu.

Bersama barang bukti (Barbuk), BNNP Kalteng mengamankan dan memeriksa sebanyak 6 orang sopir CV Adul Jaya Travel, Jalan RTA Milono KM 2,5 Palangka Raya, yakni berinisial; I, MS, MR, AF, MN, dan K. Sementara pemilik perusahaan travel bernama Adul, terduga pemilik barang haram tersebut berhasil melarikan diri.

Hal ini diungkapkan Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Drs. Lilik Heri Setiadi, MSi dalam konferensi pers di Kantor BNNP Kalteng, Jalan Tangkasiang Tjilik Riwut KM 2 Palangka Raya, Rabu (16/5/2018).

Jendral bintang satu ini mengungkapkan, terungkap masuknya barang haram tersebut ke Palangka Raya bermula dari laporan masyarakat bakal ada pengiriman paket yang diduga isinya sabu dari Samarinda, Kalimantan Timur menggunakan jasa TIKI, tujuan kantor CV Adul Jaya Travel.

Baca Juga:   Bentrok di PT IMK, Sejumlah Warga dan Kabag Ops Polres Mura Terluka

Lebih lanjut diungkapkannya, dari informasi tersebut, kemudian Tim BNNP Kalteng melakukan pengintaian di tempat kejadian perkara (TKP). Dari TKP ditemukan enam orang sopir, yakni inisial I, MS, MR, AF, MN, dan K. “Pada saat itu, I menerima paket kiriman dari kurir tiki, lalu MS dan MR memindahkannya kedalam mobil milik MR,” ungkapnya.

Pria yang akrap disapa Lilik tersebut menambahkan, selain memeriksa keenam sopir, tim juga melakukan penggeledahan paket kardus yang dikirim dari Samarinda melalui Jasa TIKI tersebut. “Dari hasil pemeriksaan paket yang dibungkus kertas karbon hitam tersebut ditemukan sabu seberat 254,30 gram,” tukasnya.

Baca Juga:   HEBOH..Bacok Istri Pakai Kapak, Suami Langsung Kabur.. Apa motifnya?

Dari hasil interogasi yang dilakukan terhadap I, MS, dan MR, bahwa mereka disuruh Adul menerima paket kiriman dari TIKI, karena Adul tidak berada ditempat. “Berdasarkan pengakuan I, MS dan MR, bahwa mereka disuruh oleh Adul untuk menerima paket,” beber Lilik.

Lilik menegaskan, Adul kini masuk dalam daftar pencarian orang dan pihaknya akan terus memburu dan menangkap terduka pemilik sabu tersebut. “Adul selaku pemilik travel dan diduga pemilik barang haram tersebut sudah melarikan diri, dan sampai saat ini masih dalam pencarian kami,” katanya dengan tegas.

(fr/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments