Jadikan Perbedaan Sebagai Pemersatu Umat

603
FOTO: IM/BS - Salah satu perwakilan dari lima tokoh agama yang hadir dalam acara tersebut saat melakukan tanda tangan deklarasi damai. 

SAMPIT – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) melaksanakan aksi damai dan memperingati hari Kebangkitan Nasional ke 110, serta peringatan hari jadi Angkatan Muda Pembeharuan Indonesia (AMPI) yang ke-40 dengan tema “Membangun Sinegritas Pemuda Milenial Atas Umat Beragama” dengan mengundang lima tokoh lintas agama.

Kepemimpinan AMPI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dinahkodai oleh Riskon Fabiansyah tersebut mengundang lima agama yakni agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu Kaharingan dan Budha dalam rangka aksi deklarasi damai atas beberapa peristiwa besar aksi pemboman dikota Surabaya.

Diwawancarai beritasampit.co.id, salah satu wakil lintas agama dari agama hindu kaharingan Basir Santo Rohaniawan majelis daerah Hindu Kaharingan mengatakan, dirinya sangat mendukung aksi deklarasi damai yang diadakan oleh AMPI Kotim.

Baca Juga:   Setda Kotim Juara Lomba Kebersiahan SKPD

Menurutnya aksi itu merupakan bentuk kebersamaan dan kedekatan dalam perbedaan kepercayaan yang dianut oleh masing-masing agama yang hadir.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Ini merupakan bentuk dari rasa kebersamaan umat. Saya tahu seluruh konsep dalam kitab kita masing-masing pasti berbeda, dan tidak ada konsep dalam kitab suci masing-masing kepercayaan yang mengatakan untuk saling menyakiti satu sama lain karena berbeda kepercayaan,” tegas Basir Santo Rohaniawan majelis daerah hindu kaharingan, Minggu (20/5/2018).

Lebih jauh Basir Santo mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti yang digagas oleh AMPI Kotim, arti dati sebuah rasa kebersamaan itu akan terasa walaupun berbeda kepercayaan satu sama lain dalam hal agama.

Baca Juga:   Lakukan Upacara, Kecamatan Pulau Hanaut Kenang Hari Lahirnya Pancasila

“Lewat kegiatan ini saya berharap tidak akan ada lagi pemahaman karena perbedaan agama satu dan lain dapat memecah belah tali persaudaraan antar umat bergama yang ada di Bumi Habaring Hurung ini,” katanya.

“Jadikan perbedaan agama sebagai kebersamaan dalam kerukunan dan menjaga keutuhan NKRI, kita berbeda namun kita satu dalam bhineka tunggal ika,” tambahnya.

(im/beritasampit.co.id)