Komisi VIII DPR Minta Menteri Agama Cabut List 200 Mubaliq

341

JAKARTA – Komisi VIII DPR RI bermitra kerja dengan Kementerian Agama dalam rapat kerja dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin meminta agar menteri mencabut list 200 nama Mubaliq yang sudah disebarkan ke publik.

“Hampir semua anggota Komisi dalam rapat mendesak menteri agama mencabut list itu karena menciptakan suasana tidak kondusif dan sudah ada korban ustad yang dicoret dari agenda.ceranah karena namanya tidak ada dalam 200 Mubaliq,” kata Anggota Komisi VIII DPR Deding Ishak pada Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Dibalik Rekomendasi 200 Mubaiiq??’ di Gedung DPR, Kamis (24/5/18).

Baca Juga:   Ingin Hidup Sehat, Jangan Bergantung Pada BPJS dan Vaksin

Menurutnya, ada seorang ustad membeberkan kontraknya untuk ceramah di 7 BUMN dicoret dibatalkan karena namanya tidak masuk dari 200 Mubaliq dikeluarkan Kementerian Agama.

Ini satu kasus sedangkan kasus sama mungkin saja akan dialami oleh yang lain.

Selain itu dibandingkan dengan jumlah masjid dan musholla 5.000 lain lagi musholla di departemen untuk keperluan Mubaliq seluruh Indonesia sangat kecil jika hanya 200 orang. Jadi, jalan terbaik hentikan dan cabut list itu, tegasnya.

Diingatkannya, dalam tahun politik soal list ini sangat mudah digoreng pihak lain untuk dijadikan isu pemercik panas lagi, sambungnya.

Baca Juga:   Anggota DPR-RI Ini, Serahkan 200 Ribu Bibit Siap Tanam

Jika pun ada upaya untuk mendata Mubaliq tidak harus mengeluarkan list nama cukup pedoman saja. Itupun harus melibatkan ormas Islam termasuk MUI, sambungnya.

(jan/Beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments