Margarito Kamis : Tindakan Istana Larang DPR Ceramah di Kampus Sangat Konyol

459

JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai pelarangan terhadap pimpinan maupun anggota DPR berceramah di kampus yang dilakukan pihak Istana, sangat konyol. Karena ekspresi berpendapat adalah hak setiap warga Negara.

“Menurut saya ini tindakan yang sangat konyol, apalagi dilakukan terhadap Pimpinan DPR. Terlalu sulit bagi siapapun yang memiliki akal sehat untuk tidak mengatakan dan menyampaikan larang ini sebagai tindakan, yang sekali lagi, sangat sangat konyol,” kata Margarito dihubungi wartawan, Kamis (23/5/2018).

Pernyataan Margarito ini menanggapi pencekalan terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat akan memberikan ceramah di kampus UGM, Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Pelarangan itu menurut rektornya kepada Fahri dari istana.

Baca Juga:   SURABAYA JADI KOTA TERPOPULER DI AJANG GUANGZHOW AWARD

Sedang soal kedua yang konyol dari peristwa ini, masih menurut Margarito, apa dasar kewenangan mereka. Sebab, tidak ada hukum yang memberi kewenangan kepada mereka melarang orang, apalagi anggota dan pimpinan DPR berceramah di kampus-kampus.

“Kampus bukan milik presiden,. Tindakan pelarangan ini jujur, merupakan cara pembodohan secara sistimatis,” ujarnya,.

Bahkan, Margarito menilai lucu yang dilakukan pemerintah, setelah para Ustad di list, yang bermakna mereka yang tidak masuk dalam list, tidak memiliki kapasitas politik setara yang dilist, yang juga berarti tidak berada dalam list menjadi tidak leluasa beri ceramah.

Baca Juga:   Tiga Perwira Pendam Naik Pangkat di HUT TNI

“Sekarang justru pimpinan DPR yang dilarang. Saya minta kepada presiden hentikan tindakan itu, selain bertentangan dengan konstitusi, tindakan pelarangan terhadap Pimpinan maupun Anggota DPR itu, konyol,” ujar Margarito Kamis.

(jan/Beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments