Sebelum Diserang Buaya, 8 Hari yang Lalu Karyawan PT BJAP II Menangkap Anak Buaya Sungai Mengkahing

1499
Jasad Taslim (68)Warga Desa Panca Jaya,  Kecamatan Seruyan Tengah,  Kabupaten Seruyan yang ditemukan tanpa kepala, kaki,  dan tangan serta organ dalamnya sebagian sudah hilang

SERUYUN – Tewasnya Taslim (68) Warga Desa Panca Jaya, Kecamatan Seruyan Tengah, akibat dimakan binatang buas yang diduga Buaya dengan ciri-ciri luka robek-robek pada tubuh bekas gigitan binatang menghebohkan masyarakat Seruyan.

Ternyata sebelum penemuan jasad korban dengan kondisi yang sudah tidak utuh lagi atau hanya berupa potongan-potongan tubuh saja. Lufhi salah satu karyawan PT BJAP II, Delapan (8) hari yang lalu menemukan anak buaya yang berukuran sedang ketika ingin mengangkat jaring ikannya, “Saya memanggil beberapa anggota security untuk membantu menangkap buaya tersebut,” singkatnya

Hal tersebut juga dibenarkan Sumargito salah satu anggota security PT BJAP II yang juga ikut melakukan penangkapan anak buaya tersebut. “Setelah tertangkap, buaya tersebut di serahkan ke Dinas terkait,” ucapnya.

Baca Juga:   LAGI....Laka Tunggal, Satu Meninggal dan Satu Orang Koma

Selain itu menurut beberapa warga di Kecamatan Seruyan Tengah, buaya kemungkinan akan kembali menyerang warga lagi dikarenakan akan kesulitan mencari makanan di daerah yang sudah tidak ada hutannya.

“Ya mau gak mau dia nyerang manusia, binatang lain sudah tidak ada untuk menjadi makanannya akibat hutan sudah tidak ada,” tutur Yoga anggota security PT BJAP II.

Perlu di ketahui, desa Panca Jaya ini terletak di tengah perkebunan kelapa sawit antara PT MEDCO dan PT BJAP II, hingga hutan di daerah tersebut sudah tidak ada untuk buaya tersebut mencari makan.

Baca Juga:   Waspada, Tawuran Geng Kembali Terjadi Di Baamang Jalan Muchran Ali

Untuk diketahui lahan perkebunan kelapa sawit milik PT BJAP II selalu memberi peringatan kepada karyawannya melalui papan peringatan yang di pasang dibeberapa rawa yang sering terlihat buayanya.

Diharapkan semua warga di sekitaran sungai Mengkahing tidak beraktivitas di malam hari untuk menjaga kemungkinan kembali buaya menyerang.

(Af/Beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments