HMI Lafran Pane Muara Teweh Gelar Aksi Solidaritas, Stop Tindakan Represif Kepada Mahasiswa

446
AKSI : Ris/ BS - HMI Lafran Pane Muara Teweh Saat Menyerah Surat Pernyataan Sikap.

MUARA TEWEH – Tindakan represif oknum kepolisian dalam Aksi meperingati 20 tahun Reformasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) didepan Istana Negara di Jakarta yang mengakibatkan cederanya 7 anggota HMI mendapat reaksi dari HMI seluruh Indonesia tidak luput pula HMI Kalimantan Tengah.

HMI Komisariat Lafaran Pane Muara Teweh, Cabang Palangkaraya salah satunnya turun kejalan tepatnya melakukan Aksi Solidaritas di bundaran air mancur Muara Teweh, Jumat (25/5/2018).

Ahmad Wardan Ketua umum HMI Lafran Pane menganggap Cederanya 7 anggota HMI telah mencederai pula Demokrasi Indonesia, “Karna Demonstrasi di negara Indonesia yang demokrasi dilindungi oleh negara sehingga tindakan represif Oknum polisi tersebut sangat disayangkan,” teriaknya dengan lantang.

Aksi tersebut dilanjutkan kedepan Gedung DPRD Barito Utara menyerahkan Pernyataan sikap HMI Lafran Pane Maura Teweh Terhadap kejadian tersebut kepada perwakilan dari Wakil Rakyat di Barito Utara.

Baca Juga:   Nadalsyah-Sugianto, Siap Lanjutkan Pembangunan

Berikut isi pernyataan sikap HMI Lafran Pane Maura Teweh sebagai berikut :
1. Demonstrasi adalah bagian dari ekspresi menyatakan pendapat yang keberadaanya yang dijamin dalam negara demokrasi sehingga penangananya perlu dilakukan secara propesonal tanpa menimbulkan Korban.
2. Mengutuk keras cara aparat kepolisian yang tidak propesional dalam penegakan aksi tersebut.
3. Menuntut kepolisian bertanggung jawab atas timbulnya korban dalam aksi.
4. Meminta kepolisian melakukan pengusutan dan penindakan atas ketidak propesional yang dilakukan anggotanya/oknum agar tidak terjadi lagi dimasa akan datang.
5. Meminta DPRD untuk mempertegas perlingdungan terdapat demonstarn khususnya mahasiswa dimanapun di Indonesia khususnya di Barito Utara.
6. Meminta seluruh elemen masyarakat bersama untuk melindungi dan menjaga demokrasi pancasila dan UUD 1945 bernama.

Baca Juga:   Hebat, Baru Sertijab Kasat Intelkam Langsung Merapat Ke HMI

Aksi tersebut disambut oleh Sekertaris Dewan DPRD Barito Utara dikarenakan adanya reses yang dilakukan oleh Anggota Dewan pada tanggal 24 hingga 28 Mei sehingga tidak dapat menyambut para mahasiswa yang melakukan aksi.

Sekertaris Dewan DPRD Barito Utara Inriaty Karawaheni pada kesempatan tersebut menyampaikan “Pernyataan sikap ini saya terima untuk selanjutnya saya serahkan kepada Ketua DPRD Barito Utara,” ucapnya.

Aksi ditutup dengan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian Barito Uatra yang telah mengawal jalannya aksi solidaritas tersebut dan juga ucapan terimakasih kepada Sekertaris dewan yang telah di terima yang harapannya bisa disampaikan kepada ketua DPRD Barito Utara untuk selanjutnya ditanggapi.

(Ris/Beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments