Bukber Ketua DPR Bamsoet dengan Presiden Tak Seenak Dirasakan Wartawan DPR

1056

JAKARTA – Acara buka bersama (bukber) di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo dengan mengundang Presiden Joko Widodo, Senin (28/5/18) sempat terjadi hal yang kurang mengenakan bagi wartawan yang meliput tiap hari di Gedung DPR. Karena saat mau meliput masuk ke rumah dinas DPR itu oleh Pengamanan Presiden saat mau lewat pintu detektor tidak diperkenankan masuk walau sudah memakai ID khusus dikeluarkan oleh Kesekjenan DPR.

Mereka yang diperbolehkan masuk hanya wartawan punya kartu identitas dikeluarkan Istana Kepresidenan atau Sekretaris Negara.

Melihat ada perlakuan kurang mengenakan itu ibarat pepatah tuan rumah mengundang tapi sebagian keluarganya tidak diizinkan masuk.

Wartawan DPR tidak bisa masuk ke acara bukber itu hanya berdiri di renang lampu halaman rumah dinas Ketua DPR sambil menengok dari luar pagar acara di dalam rumah.

Salah satu petugas bagian pemberitaan DPR melihat wartawan memakai identitas dikeluarkan DPR tidak dihargai oleh petugas penjaga pintu detektor, lalu mengadakan lobi kepada seorang penentu kebijakan pihak keamanan presiden. Hasilnya diizinkan masuk tapi dibatasi hanya 30 wartawan saja.

Karena kebiasaan yang lebih berkuasa adalah pihak Pampres, maka pasukan wartawaan dari DPR pun tunduk atas kekuatan Pampres itu. sebab jika berkeras lalu tidak diizinkan masuk ke tempat acara maka tidak dapat berita bukber presiden dengan pimpinan DPR.

Baca Juga:   Inilah Kata Pimpinan DPR Soal UU MD3

Setelah masuk para wartawan DPR ini ternyata kursi di dalam awalnya disediakan khusus untuk wartawan DPR sudah penuh diisi oleh wartawan Istana karena mereka duluan masuk.

Melihat kursi penuh diisi oleh wartawan eksklusif itu, petugas pemberitaan langsung minta naginyang duduk di kursi agar diberi wartawan DPR dapat duduk.

Berkat kewibawaan petugas bagian Pemberitaan DPR akhirnya wartawan DPR bisa duduk di kursi.

Awalnya sebelum bukber dimulai, saat persiapan keberangkatan terlihat semangat para wartawan DPR mau meliput sewaktu berkumpul di lobi Gedung Nusantara III dengan beberapa Pengurus Koordinatariat termasuk Ketua Pengurus Radoni Setiawan sibuk memberitahu bahwa wartawan yang mau meliput bukber ke rumah dinas Ketua DPR Bamsoet disediakan bus besar dengan kapasitas 45 penumpang,

Bus pun keren penampilanya karena di samping kiri kanan ada logo lambang lembaga negara, burung Garuda di bawahnya ada tulisan DPR RI.

Pengurus beberapa kali mengumumkan melalui mulut ke mulut akan disediakan dua bus bagi yang mau ikut meliput karena bus sudah siap di parkir dan ditegaskan jam keberangkatan empat sore, teng.

Baca Juga:   PKB Nilai Pertemuan PA 212 dengan Jokowi tanda Bersatu Umat Islam

Setelah bus berangkat menuju arah rumah dinas ketua DPR dengan menempuh jalan penuh kemacetan, maklum jika sudah sore hari arah ke jembatan Semanggi istilah lalu lintas padat merayap, lain lagi saat mau masuk ke perumahan dinas pimpinan DPR itu.

Ternyata sesampai di tempat acara para wartawan itu pun mengalami rasa tidak enak saat mau masuk masih dijegal walau menggunakan ID Pers DPR.

“Aneh aja, kok, wartawan DPR, gak bisa meliput ketuanya gara-gara kehadiran presiden,” celetuk salah seorang wartawan yang hiling semangat meliputi bukber itu. Dia memilih buka puasa di rumah dinas MPR yang jaraknya berdekatan.

Sementara wartawan DPR merasa tidak enak meliput sedangkan suasana di dalam pimpinan DPR dan Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla begitu menikmati acara bukber itu dengan tidak mengetahui kejadian kecil dialami wartawan DPR di luar.

“Memang tidak perlu tahulah pejabat tinggi itu, karena siapa elu, wartawan! mau dihormati, ya, jadilah kau presiden!” celetuk salah seorang wartawan yang mengobrol ingat kejadian baru saja mereka alami.

(jan/Beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments