Bentrok di PT IMK, Sejumlah Warga dan Kabag Ops Polres Mura Terluka

780

PURUK CAHU – Akibat rusuh, Sabtu (2/6/2018) malam di area PT Indo Moro Kencana (IMK) kabupaten Murung Raya sejumlah orang harus terluka.

Pasalnya dalam bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga di kawasan tambang emas terbesar di Kalimantan tersebut lemparan batu dan tembakan gas air mata tak terelakan lagi.

Dari beberapa korban luka tersebut di antaranya adalah Kabag Ops Polres Murung Raya Kompol Arifin serta satu orang anggota Polres Bartim yang di BKO.

Luka itu akibat terkena lemparan batu, yang melayang di arahkan ke ratusan petugas yang sedang melakukan pengamanan. Disamping aparat juga ada tiga balita dan satu orang oemuda yang terkena gas air mata, kini semuanya terpaksa diamankan dan dirawat di klinik yang ada di PT IMK.

Baca Juga:   HUT GUMAS KE-16: Festival Budaya Resmi Dibuka Bupati Gumas

Dari hasil informasi yang di peroleh Berita Sampit Online situasi mulai memanas di mulai pada Sabtu sore hari di sekitar PT IMK, dimana ekitar pukul 16.00 WIB.

Sejak saat itu terdapat ratusan warga mulai berkumpul di depan gerbang masuk PT IMK yang berlokasi di Kecamatan Tanah Siang Selatan itu.

Sejak saat itu beberapa massa sudah memaksa hendak masuk ke wilayah stok pile PT IMK dan Fit/Kolong Serojan 2 yang sudah dilakukan blasting dan clearing (pembersihan wilayah menggunakan alat berat).

Namun oleh managemen dan aparat keinginan warga itu tidak diizinkan,dan warga masih ngotot sambil di lakukan upaya negosiasi.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 WIB, aparat meminta warga untuk meninggalkan lokasi dengan membubarkan diri serta pulang ke rumah masing-masing.

Baca Juga:   Polres Kotim 'Tak Kerja', HMI Teruskan Kasus Pramana_aria26 Ke Polda Kalteng

Sejak saat itu suasanya kembali meninggi, dan massa mulai bertindak anarkis dengan mencoba mendobrak pagar gerbang di pintu masuk. Usaha menggoyangkan pagar tersebut terus berlangsung,sembari di tahan pihak aparat.

Sekitar pukul 18.10 WIB, akhirnya massa berhasil membobol pagar dan merangsek masuk, namun aparat gabungab TNI-Polri tetap menghadang dengan upaya menghalau keluar.

Akhirnya beberapa massa ada yang mulai melempar batu ke arah aparat keamanan,dan ban bekas juga mulai di bakar. Melihat massa sudah tak kondusif pihak kepolisian mengambil langkah menembakkan gas air mata ke arah massa.

Terkait situasi terkini mengenai keadaan belum ada keterangan secara resmi, baik dari pihak PT IMK maupun aparat terkait bentrok tersebut.

(shp.beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments