Tiga Jemaah Umrah Indonesia Wafat Korban Kecelakaan Jalan Madinah ke Jeddah

185

JAKARTA – Tujuh jemaah umrah mengalami musibah kecelakaan dalam perjalanan dari Madinah ke Jeddah, Arab Saudi. Korban tiga wafat, empat lainnya mengalami luka-luka, dari berat hingga ringan.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, demikian info dari Kementerian Agama, Rabu (20/6/2018).

Menurut Arfi pihaknya akan segera memanggil Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memberangkatkan mereka, yaitu PT Tarwiyah Semesta.

“Kami mulai berkantor hari Kamis lusa. Hari itu juga kami akan proses pemanggilan Direktur PT Tarwiyah Semesta. Kami harap bisa bertemu mereka hari Jumat,” jelasnya.

Pihak PT Tarwiyah Semesta baru menyampaikan laporan awal berupa catatan kronologis peristiwa, lanjutnya.

Menurut Arfi, pemanggilan pimpinan PPIU tersebut diperlukan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap terkait proses penanganan (handling) jemaah umrah yang berangkat pada 5 Juni tersebut.

Baca Juga:   ​DPR Minta Menkeu Tunda Kebijakan Pengenaan PPN Gula Petani

Dari situ diharapkan kita dapat mengidentifikasi persoalannya, sebelum mengambil langkah evaluasi berikutnya, sambungnya.

“Kami akan menggali keterangan dari PPIU secara lebih dalam dan jika dimungkinkan juga kepada keluarga korban,” ujarnya..

Tiga korban wafat adalah Frieda Said (75 tanun/ mertua Azwar Umar), Ulfana Said (53 tahun/Istri Azwar Umar) dan Elfina Said (49/ adik ipar Azwar Umar).

Dua jemaah yang wafat sudah dikebumikan pada Selasa pagi waktu Saudi, habis salat Subuh. Satu jemaah lainnya, rencananya dikebumikan Selasa siangnya.

Para asal daerah jemaah korban tidak dirinci mereka berangkat dari mana saat di Indonesia.

Jeaah dengan luka berat berjumlah dua orang, yaitu Azwar Umar yang patah tulang rusak dan Dea (anak Azwar Umar) yang mengalami patah tulang belakang. Sementara itu, Adel dan Lifia (anak Azwar Umar) mengalami luka ringan di tangan dan kaki. Saat ini, mereka masih dalam perawatan.

Baca Juga:   Presiden: 2017 Kuota Haji Indonesia Naik 52.000

“Sejak awal mereka sudah ditangani dan akan mendapatkan pendampingan dari Kedutaan Besar serta Konsulat Jenderal RI di Jeddah sampai sembuh dan kembali ke Tanah Air,” kara Arfi.

Diingatkannya, PPIU untuk memberikan layanan transportasi yang baik bagi jemaah umrah selama di Saudi, khususnya dalam perjalanan jauh, Jeddah-Madinah-Makkah.

Jemaah juga diminta untuk memastikan layanan transportasi yang disiapkan PPIU sesuai standar. Dengan begitu, potensi terjadinya kecelakaan diharapkan bisa dihindari atau diminimalisir.

(jan/Beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments