Awas! Musim Haji  2018, Panas Capai 53 Derajat Celcius

124

JAKARTA – Bagi calon jemaah haji Indonesia yang akan berangkat 2018 ke Arab Saudi akan menghadapi cuaca panas mencapai 53 derajat celcius.

Info yang didapat dari Kementrian Agsma, Selasa (10/7/2018) membantu jemaah agar tidak terganggu melaksanakan ibadah maka Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah perlengkapan yang akan dibagikan kepada jemaah haji reguler Indonesia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menjelaskam penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Saudi. Suhu udara di sana nantinya bisa mencapai 53 derajat celsius.

“Untuk menghadapi risiko gangguan kesehatan, kami telah menyiapkan satu set perlengkapan, terdiri dari kacamata ultraviolet, payung, topi, botol minum, masker, dan semprotan untuk muka,” ujar.

Baca Juga:   Panglima Kodam XII/Tanjungpura : Pisahkan Antara Politik dan Agama

Kacamata hitam sebagai pelindung diri dari debu dan cuaca panas, masker alat pelindung diri juga, sambungnya.

Sebagian perlengkapan akan dibagikan saat jemaah di embarkasi Tanah Air seperti botol air minum dan semprotan air.

“Saat di embarkasi, kami juga akan membagikan cream atau balsem penghilang rasa pegal,” katanya.

Sedang sebagian perlengkapan lainnya, akan dibagikan di hotel jemaah, Makkah atau Madinah, saat kegiatan penyuluhan kesehatan.

Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 20.400 sandal. Sandal ini akan diberikan kepada jemaah yang kehilangan sandal saat di masjid, baik Masjidil Haram maupun Nabawi.

“Ada yang kehilangan sandal di masjid pulangnya nggak pakai alas kaki apa-apa, jalan di aspal yang panas, ya, melepuh kakinya,” ujar Eka.

Baca Juga:   Inilah Oleh-oleh Waket DPR Fadli Zon di Jenewa Bertemu Kofi Annan

Dijelaskan, Tim kesehatan haji 2018 akan menyediakan 70 ton obat-obatan dari berbagai macam jenis penyakit untuk mengantisipasi jika jamaah haji mengalami gangguan kesehatan.

Obat-obatan saluran pernapasan, flu, batuk, obat jantung ada, hipertensi ada. Pengganti cairan juga ada. Semua yang dibutuhkan oleh jemaah haji, yang diperlukan untuk semua penyakit,” sambungnya.

Ditambahkan Eka, Kemenkes saat ini juga menyiapkan layanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Bandara Jeddah. Saat ini, layanan tersebut masih dikoordinasikan dengan Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah.

(jan/Beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments