Anggota DPR Misbakhun :  Pajak Bagian dari Penghidupan Kita Sampai Mati

167

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya arti pajak bagi sebuah negara.

Pajak tulang punggung negara kita. Masyarakat harus paham betapa pajak memiliki peran penting memperkokoh perekonomian dan pembangunan Indonesia,” kata Misbakhun, Rabu (11/07/2018).

Dia menyampaikan itu dalam seminar bertema ’Membangun Kesadaran Pajak’ yang digelar di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI.

Mantan pegawai DJP Kemenkeu itu dalam presentasinya menyinggung soal rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Hal itu terlihat pada angka tax ratio.

Angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus mengalami kenaikan. Sedangkan tax ratio Indonesia termasuk dari sumber daya alam (SDA) migas dan pertambangan di hanya angka 11 persen.

Baca Juga:   Gubernur BI Baru Perry Warjiyo Diminta Atasi Dollar AS Meroket

“Pertanyaan besarnya adalah kenapa sampai saat ini tax ratio kita cenderung menurun setiap baseline PDB kita naik? Tax ratio 11,6 persen adalah angka yang tentunya jauh dari harapan banyak pihak,” ujarnya.

Legislator Partai Golkar yang terkenal getol membela kebijakan Presiden Joko Widodo itu menegaskan, tidak ada satu pun masyarakat Indonesia yang bisa lepas dalam membayar pajak.

“Sejak lahir saja dia sudah menjadi pembayar pajak, walaupun yang dibayar adalah PPN (Pajak Pertambahan Nilai,” ucapnya.

Di hadapan peserta seminar yang mayoritas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu Misbakhun menjelaskan, merujuk teori kontrak sosial maka negara mengikat masyarakatnya melalui pajak dalam model apa pun.

Baca Juga:   Para Perempuan Diajak Sosialisasikan Anti Politikal Transaksional

“Inilah yang ingin saya sadarkan bahwa Anda tidak bisa melawan negara dalam peran menjalankan kewajiban,” katanya.

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, saat ini sekitar 80 persen penerimaaan negara dari pajak. Selanjutnya, pajak digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

“National interest kita tidak boleh diganggu. Saya berdiri di sini bertujuan ingin membangun kesadaran bersama. Pajak itu adalah bagian dari penghidupan kita sampai mati. Ini semua kesadaran bersama,” ujarnya.

(Jan/Beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments