Tower Penguat Sinyal Jaringan XL Desa Tanjung Harapan Sering Gangguan

538
keterangan foto : Tower pemancar sinyal telpon seluler milik XL yang sering ngadat tak jauh dari Kantor Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Antang Kalang, Kotim.

SAMPIT – Tower penguat sinyal XL yang menjulang tinggi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) sering gangguan. Padahal pengguna dari layanan kartu Pra bayar XL di beberapa desa sekitar mencapai ribuan lebih pelanggan.

Saluran kartu XL ini pula mulai ditinggalkan para penggunanya lantaran sinyal pemancar tersebut sering ngadat dan jua tak bisa mengakses internet. Pengguna layanan selain dipakai anak-anak pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah banyak berpindah karena sulit jangkauan sering hilang begitu lampu dari PLN turut byarfet.

Masyarakat beberapa desa yang ada sekitarnya mengiginkan layanan kartu pra bayar exsis ini bisa lebih meningkatkan layanan penggunanya. Setidaknya, sinyal jaringan ditingkatkan agar penggunanya tetap setia.

Baca Juga:   ​MANTAP...Demplot Kebun Buah Desa Tanjung Trantang Berhasil

“Kalau jaringan sinyalnya selulernya ditingkatkan dan tidak gangguan bisa ke 3 G dan H+ pastinya dengan sendirinya masyarakat pengguna baik anak sekolah warga pekerja perkebunan akan ramai memakai fasilitas jaringan itu,” tutur Kepala Desa Wawan Istanto, Minggu(29/7/2018) ketika ditemui dikediamannya.

Menurutnya, ada sebanyak tiga desa yang memanfaatkan jaringan layanan kartu Prabayar XL di wilayah jaringan itu katanya, seperti Desa Tanjung Harapan, Bukit Makmur dan Wonosari.

“Sayangnya tower itu berpungsi seadanya. Bila lampu PLN padam, jaringan seluler turut mati. Andai jaringan ditingkatkan bisa 3 G maupun H+ saja pasti penggunanya akan bertambah,” kata menyayangkan.

Baca Juga:   Desa Babaung Gelar Gotong Royong Bersihkan Rumput Liar di Selokkan

Masyarakat maupun anak -anak pelajar sekitarnya kala ingin melihat mata pelajaran sekolahnya diwaktu pulang sekolah terpaksa datang ke desa pinggiran Jalan Trans Provinsi untuk bisa berselancar kedunia maya. Meskipun datang kesana hingga puluhan Kilometer.

“Kita sendiri kalau ingin membuka jaringan untuk internetan harus kedesa tetangga Beringin Agung meskipun kartu selulernya berganti, yang penting bisa internetan,” kata orang nomor satu di desa tersebut.

(mar/beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments