DLH Kotim Cek Dugaan Penutupan Sungai Bakung, Ini Hasilnya?

993
Pihak DLH saat melakukan kroscek lapangan terkait dugaan pengrusakan sungai baru ini

SAMPIT – Baru-baru ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama timnya sudah turun melakukan cek lapangan, terkait dugaan penutupan badan Sungai Bakung, di Desa Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, baru ini.

“Iya benar kami sudah turun kelapangan, tidak ada masalah kita minta High Concervation Value/Nilai Konservasi Tinggi (HCV) nya di jaga dan dimuliakan lagi, tambah tanaman sekitar kiri kanan sungai tersebut. Untuk sungai mereka saya minta buka agar air bisa keluar masuk dengan lancar karena sungainya banyak yang sudah tertutup sampah dan lainnya,” pungkas Sanggol L Gaol, Kamis (13/9/2018).

Baca Juga:   Masih Bermasalah, 4 Kecamatan Selatan Rapat Sosialisasi Tata Batas Wilayah

Sementara itu terkait kebenaran dugaan penutupan badan sungai pasca penggarapan lahan oleh pihak PT KMA, Sanggul juga menjelaskan, untuk sungai tidak ada terganggu sama sekali oleh pihak perusahaan setempat.

“Sungai belum di apa-apakan, kita yang minta untuk dibersihkan dan ditambah tanamannya seperti bambu dan tanaman lainnya. Bukan itu mereka garap lahan punya mereka yang berbatasan dengan HCV,” timpalnya.

Pihak DLH diketahui melakukan pengecekan dilapangan pada Rabu (12/9/2018) pagi lalu, dan hasilnya akan dilaporkan ke Bupati Kotim apabila sungai itu nanti sudah dibersihkan dan ditanam.

Baca Juga:   Mau Tau Obrolan Santai Ala Pemuda Kotim Bahas 61 Tahun Kalimantan Tengah, Simak Yo?

Terpisah Kepal Desa Pahirangan, Abadi juga menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah terkait dugaan pengrusakan lingkungan hidup di Desa Pahirangan tersebut.

“Sebagai kepala desa, saya hanya bisa melaporkan, dan dalam kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah yang lebih tau dan paham terkait hal ini,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments