Mengejutkan..!! ini Pengakuan Keluarga Korban Terpanggang di Barut

501
Ilustrasi

MUARA TEWEH – Dibalik pengembangan kepolisian, Afrianus Jehabut adalah saksi penting peristiwa dugaan tewasnya satu keluarga akibat terbakarnya satu buah Camp PT AGU, Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 23.30 WIB malam.

Berdasarkan keterangan polisi, ada motif lain atas tewasnya satu keluarga ini. Sebab, ada terdapat beberapa luka dari 3 korban Dominikus Jehatu alias Domi (34) beserta sang istri Meliana Minur alias Imel (24), dan putranya Apriliano (4 bulan) ketika dievakuasi pihak berwajib.

Disinyalir terjadi pembantain atas kejadian tersebut. Agar hal ini terungkap, Afrianus kembali dipanggil aparat Satuan Reskrim Polres Barito Utara, dan dimintai kesaksian terhadap kasus yang semula diduga karena kebakaran barak.

Dia kembali memenuhi panggilan pihak kepolisian tersebut, Kamis (13/9/2018). Kata pihak kepolisian, dia tergolong saksi penting meskipun Afrianus tak melihat secara langsung kejadian pembunuhan terhadap Dominikus, Imel, dan anaknya Apriliano itu.

Baca Juga:   Tabrakan di Pangkalan Lada, 1 Tewas, 1 Luka Berat

Dan dia merupakan salah satu dari sedikit orang yang menggotong mayat ketiga korban pada Rabu (12/9) subuh, usai pihak kepolisian melakukan olah TKP. Dan Afrianus pula yang menandatangani surat tanda bukti pelaporan kasus tersebut.

Afrianus mengatakan saat mayat korban diangkat keluar rumah, saya melihat ada luka menganga dibagian belakang kepala korban Domi, luka dibagian wajah mengarah ke kuping korban Imel, dan tidak hanya disitu, luka juga terlihat pada bagian tubuh Apriliano.

“Semua itu sudah saya jelaskan kepada polisi. Hari ini, saya dipanggil lagi ke Reskrim,” katanya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Barut, AKP Samsul Bahri kembali membenarkan, sesuai prosesnya polisi melaksanakan otopsi, lalu tim identifikasi dan tim jatanras Polda Kalteng mendukung Polres Barut di tempat kejadian perkara.

“Mohon dukungan semua, siang ini setelah otopsi, kami lanjutkan dengan olah TKP,” sebut perwira penyandang tiga balok ini.

Baca Juga:   Selama Ramadan, Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat

Sementata usai otopsi yang dilakukan dr Rika dari RSUD Doris Sylvanus diback-up Biddokes Polda Kalteng, Samsul memberikan keterangan resmi, dimana berdasarkan hasil otopsi sementara siang itu, diduga ada bekas-bekas bacokan atau tusukan pada bagian tubuh ketiga korban.
Sehingga, dugaan sementara ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan nyawa satu keluarga tersebut.

“Pada tubuh ketiga korban ditemukan beberapa luka bacokan, sayatan, dan tusukan,” katanya. Dari penjelasan rincinya, pada tubuh anak korban yang turut juga jadi korban, Apriliano telah ditemukan luka tusukan, sedangkan pada tubuh kedua orang tuanya masing-masinh ditemukan luka bacokan, tengkuk, batang leher, dan leher.

Dan khusus pada tubuh Imel sang ibu, ditemukan luka pads bagian paha dan bagian leher. “Tetapi kami harus menunggu hasil laporan resmi dokter forensik secara terperinci dan detail,” tutupnya.

(shp/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments