67 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi  Wartawan ke 10 Se Kalteng

462
Keterangan foto : AR/BS - Suasana pembukaan UKW di Kantor Lantai II Bupati Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim)

KASONGAN – Sebanyak 67 orang wartawan dari berbagai media dari masing-masing Kabupaten/Kota khususnya Kalimantan Tengah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai syarat untuk menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) baik dari tingkat Muda, Madya dan Utama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Lantai II Bupati Kota Sampit, Kotawaringin Timur, (Kotim) Kota Sampit pada Jumat 19 Oktober 2018 malam tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Kotim, Supian Hadi yang diwakilkan asisten Asisten III Setda Katingan. Selain itu dihadiri Ketua PWI Provinsi Kalteng Sutransyah, koordinator penguji Sasongko Teju, serta sejumlah pejabat daerah Kotim.

Baca Juga:   Waaah...Alumni HMI Dari Berbagai Generasi Berkumpul, Ada Apa Ya? 

Adapun penguji pelaksanaan UKW ke X (10), baik itu tingkat Utama yakni, Sasongko Terjo, Hendri Basuki, dan tingkat Madya yaitu Faturahman dan Ahmad Istikum, serta di tingkat Muda, Ratna Sari Dewi, Cahyono Adhi, Junaidi Cuntiagus, Susilastuti, M Nasir dan Ainurruhim.

“Dengan digelarnya kegiatan UKW ini, diharapkan wartawan dapat memiliki standar kompetensi yang baik, serta memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) guna menjaga kepercayaan publik yakni sebagai profesi seorang wartawan,” terang Asisten III Setda Kotim.

Ketua PWI Kalteng, H Sutransyah mengatakan, pelaksanaan UKW di Kabupaten Kotim ini adalah yang ke sepuluh di Kalimantan Tengah dan untuk Kotim sebanyak dua kali.

Baca Juga:   WASPADA, Curah Hujan Picu Banjir Bandang

“Wartawan harus memiliki standar kompetensi yang memadai dan disepakati oleh masyarakat pers terutama Dewan Pers. Sebab, standar kompetensi itu akan menjadi alat ukur profesionalitas sebagai wartawan,” terang Sutransyah.

Pasalnya, menjadi wartawan merupakan hak asasi seluruh warga negara, namun bukan berarti setiap warga negara bisa melakukan pekerjaan kewartawanan. Ada ketentuan yang perlu dijadikan sebagai pedoman dalam dalam melaksanakan profesi kewartawanan itu.

“Sehingga dalam melaksanakan tugasnya, wartawan harus memiliki standar kompetensi yang menjadi alat ukur profesionalitas wartawan,” ujarnya.

(ar/beritasampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT