Komplotan Pencuri Emas Diketahui Tiga Orang Ibu-ibu,

1693
BAIM/BS. Mustafa anak dari H.Asnawi saat memperlihatkan gambar yang berhasil tertangkap oleh kamera CCTV.

SAMPIT – Pelaku pencurian di toko Mas Murni yang berada di jalan Iskandar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, No 55 Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjumlah tiga orang.

Hal itu diketahui setelah anak dari pemilik toko H Asnawi (62) Marjuki yang menjaga toko saat kejadian serta dua orang saudaranya melakukan pengecekan pada layar monitor CCTV yang terpasang pada setiap sudut toko, yang membuat kaget pemilik toko ternyata pelaku pencurian itu merupakan komplotan ibu-ibu.

“Cukup kaget saya setelah mengecek CCTV, dari tiga orang pelaku memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksinya. Dua orang berperan sebagai pelanggan dengan berpura-pura sebagai pembeli dan satunya bertugas sebagai pengambil barang hasil curian tersebut. Saya benar-benar lengah saat peristiwa itu karena sedang ada banyak pelanggan selain para pelaku,” ungkap Marjuki.

Baca Juga:   ​Ccciiiitttt!!! Bbrrruuuaaakkk, Empat Nyawa Terjebak Dalam Kabin 

Dijelaskan Marjuki, sebelum mengecek CCTV dirinya sempat menghitung jumlah kembali jumlah emas yang ada di toko. Ia bersama saudaranya Mustafa pun terkejut kenapa ada emas yang kurang sedangkan pada nota penjualan belum ada emas yang terjual.

“Saya baru sadar akan kehilangan emas seberat 100 gram setara satu ons itu setelah saya menghitung jumlah keseluruhan emas yang ada didalam kaca. Karena saat ada emas yang laku terjual saya selalu menghitung kembali menyesuaikan dengan jumlah asli saat pertama kali membuka toko” kata Marjuki.

Baca Juga:   Penggerebekan Bandar Sabu Hebohkan Warga, Begini Ceritanya?

Mengetahui hal itu, Marjuki langsung melaporkan peristiwa yang membuatnya rugi hingga puluhan juta itu ke ayahnya barulah ia melaporkan nya ke Polsek Ketapang untuk ditindaklanjuti.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat. Menurut informasi, aparat sedang melakukan penyelidikan di lapangan untuk mencari identitas para pelaku.

(im/beritasampit.co.id).

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments