Prioritas Pembangunan Fisik Desa Tanjung Harapan Dipertanyakan?

1184
Keterangan Foto : Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Darul Jannah, desa Tanjung Harapan, Kecamatan Telaga Antang yang belum ada pembangunan pagar masih menunggu pencairan dana desa tahap tiga.

SAMPIT – Pembangunan merata di setiap pelosok desa merupakan keinginan pemerintah pusat dalam rangka menjawab kesenjangan sosial antar masyarakat perkotaan dan perdesaan.

Dengan adanya Dana Desa (DD) diharapkan menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan desa dalam menggali dan mengembangkan potensi yang ada di Desa dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat.

Peran pemerintah Desa dalam memajukan pertumbuhan ekonomi kemasyarakatan kian terbantu dengan adanya ADD, masyarakat selain menjadi objek pembangunan juga ikut dalam subjek pembangunan seperti melakukan pengawasan kepada pemerintah desa.

Dalam rangka pengawasan tersebut peran masyarakat sangat penting sebagai kontrol sosial, seperti yang dilakukan masyarakat Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang mempertayakan beberapa item pembangunan fisik Desa Desa (DD), di Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2018 yang diduga belum terlaksana.

Pasalnya, beberapa item prioritas pembangunan fisik tahun 2018 yang awalnya menggunakan pencarian dana tahap dua tiba-tiba harus menunggu pencarian tahap ketiga. Sebab bila menunggu pencairan dana berikutnya diperkirakan akan berkendala dalam penyampaian SPJ.

Baca Juga:   ​Desa Mantaren II Tak Mau Ketinggalan Meriahkan HUT Ke 72 RI, Ada Pertunjukan Kuda Lumping Lho !

Kekhawatiran warga beralasan, karena diduga ada pengalihan prioritas pembangunan yang sengaja ditukar ke prioritas yang lain agar lebih mudah penyerapannya.

“Kami wajar bertanya kalau pembangunan fisik priotas itu hingga saat ini belum dikerjakan. Seperti pembangunan pagar TK 2 maupun pagar Madrasah Ibtidaiyah Darul Jannah RT 19 / RW 6 belum ada pembangunan sama sekali,” ungkap warga yang namanya minta dirahasiakan.

Hal serupa juga diungkapkan warga sekitar ketika berbincang dengan wartawan beritasampit.co.id, sembari bercerita mengenai prioritas pembangunan yang tertuang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbabagdes) tahun 2017 yang hingga sekarang belum teralisasi.

“Kami khawatir dana pembangunan itu tak terserap karena prioritasnya pertukaran urutan prioritasnya. Sehingga pemanfaatan yang lebih mudah saja dan di utamakan agar jumlah serapan tercapai,” kata warga lainnya menambahkan.

Tak hanya itu menurut warga sekitar yang berbincang dengan wartawan beritasampit.co.id, pihaknya berharap penggunaan dana desa harus transparan, akuntabel, partisipatif, tertib dan disiplin anggaran yang sudah disepakati bersama.

Baca Juga:   Wow… Desa Handil Sohor Ternyata Penyuplai Sayuran Di Kotim Lho

”Kalau kurang cermat menghitungnya, hingga sampai Akhir Desember 2018 tidak dapat me SPJ kan, lalu menjadi silpa, Kan masyarakat yang dirugikan,” tandasnya.

Sementara, Penjabat Desa Tanjung Harapan, Aji Kalkup ketika dikonfirmasi. Selasa, (4 /12/2018) via ponselnya membenarkan, pagar TK 2 dan pagar Madrasah Ibtidaiyah Darul Jannah di RT 19/RW 6 belum terbangun, masih menunggu pencairan dana berikutnya di bulan ini.

“Untuk pembangunan pagar sekolah TK dan pagar madrasah Ibtidaiyah kita menunggu pencairan dana tahap tiga sebanyak 40 persen,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembangunan gorong-gorong ada sebanyak 5 unit gorong-gorong. dananya juga belum keluar menunggu tahap tiga.

“Membangun TK dan Gorong -gorong pinjam dana Koperasi sebanyak 20 juta,” ujarnya menepis.

(mar/berita Sampit.co.id)

EDITOR : MAULANA KAWIT

Komentar Facebook

comments