Menko Polhukam Instruksikan Kapolri dan Panglima TNI Kejar Tangkap KKB Papua

806
Foto Istimewa: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua

PALANGKA RAYA-Pembunuhan terhadap 31 orang pekerja proyek jembatan Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, membuat pemerintah Indonesia geram.

Menanggapi peristiwa itu, dikutip dari setkab.go.id, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto langsung menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan pengejaran habis-habisan hingga para pelaku pembunuhan ditemukan.

“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan satu pengejaran yang habis-habisan supaya tidak terulang lagi,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/12).

Menko Polhukam mengaku geram dengan aksi pembunuhan itu karena para pekerja tersebut sedang melakukan pekerjaan yang mulia, yakni membangun infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat di Papua, membangun jembatan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:   Awas Anak-anak dan Remaja Diancam "Predator"

“Artinya apa? Artinya mereka itu sudah berbakti, berjuang, bekerja untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua, lalu ditembakin, dibunuh, ini tentu satu hal yang sangat tidak terpuji,” ujarnya.

Aksi penembakan itu, menurut Menko Polhukam Wiranto, dimaksudkan untuk menakut-nakuti agar pembangunan tidak berjalan. Ia menilai, aksi ini justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri.

Jalan Terus

Menko Polhukam juga menegaskan bahwa tindakan KKB Papua tersebut tidak akan memberikan pengaruh terhadap pembangunan di Papua. Ia memastikan, pembangunan akan tetap berjalan karena untuk kesejahteraan masyarakat di Timur Indonesia.

Baca Juga:   ​Rahmat Hamka: Cetak Sawah dan Brigade Tani, Tak Bisa Diberlakukan Seragam

“Tidak ada pengaruhnya apa-apa. Pembangunan tetap berjalan, masa pembangunan dengan langkah seperti itu dihentikan. Pembangunan inikan untuk kesejahteraan masyarakat Papua, pembangunan itu menghubungkan urat-urat nadi transportasi, urat nadi komunikasi, untuk menyatukan Indonesia, memberikan kesejahteraan kepada orang-orang yang ada di daerah pinggiran,” ucap Wiranto.

(gra/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments