Bupati Katingan Minta Peserta Lulus CPNS Segera Lengkapi Pemberkasan

939
Bupati Katingan Sakariyas saat diwawancarai.

KASONGAN – Hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) tahun 2018 diumumkan secara terbuka di website Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat. Para peserta yang dinyatakan lulus, diminta segera melengkapi pemberkasan.

Bupati Katingan Sakariyas mengatakan, dirinya telah menandatangani SK kelulusan hasil seleksi integrasi SKD dan SKB pada penerimaan CPNS tahun 2018 di Kabupaten Katingan.

“Adapun hasilnya akan langsung diumumkan hari ini juga melalui website BKPP Katingan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan Senin (7/1/2019).

Selaku kepala daerah, Sakariyas mengharapkan kepada seluruh pelamar yang dinyatakan lulus seleksi untuk segera melengkapi dan menyerahkan pemberkasan kepada pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Katingan.

Baca Juga:   Pemkab Katingan Harapkan Peserta Kafilah MTQ Bisa Tampil Terbaik

“Saya berharap keberadaan mereka ini bisa membantu penyelenggaraan roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Katingan ke depan,” harapnya.

Lanjutnya menambahkan, bahwa hingga saat ini belum mengetahui, apakah pada tahun 2019 pemerintah pusat bakal membuka rekrutmen CPNS kembali atau tidak.

“Sampai saat ini saya belum dapat informasi seperti itu, yang jelas kami akan merembukkan kembali terkait kebutuhan kepegawaian bersama seluruh SOPD,” ujarnya.

Kemudian untuk rekrutmen kali ini, menurutnya, ada beberapa formasi yang minim hingga nihil pelamarnya. Seperti dokter umum, perawat gigi hingga dokter gigi.

Baca Juga:   Peringatan Isra Mi'raj Mempererat Tali Silahturahmi...

“Kalau mengacu pada sisi jumlah, sebenarnya kebutuhan dokter umum bisa terisi semua. Namun rata-rata pelamar lebih memilih ke RSUD Mas Amsyar Kasongan. Contohnya dari tiga pelamar, cuma satu saja yang dicari. Akhirnya penerimaan dokter umum di kecamatan tidak terisi,” ujarnya.

Seandainya ada kebijakan bahwa dokter yang tidak lulus dapat dialihkan bisa dilakukan, maka kebutuhan dokter dapat terisi semua. “Inilah kendala yang harus kita hadapi saat ini. Salah satu faktor kenapa dokter melamar di daerah ibu kota mungkin karena fasilitas yang lebih baik ketimbang di wilayah pelosok atau kecamatan,” pungkasnya.

(ar/beritasampit.co.id)

Editor : Irfan