Isu Wagub Kalteng Jadi Driver Grab, Benar Apa Tidak?

9634
Wakil Gubernur Kalteng, Habib H. Said Ismail.

Editor: A Uga Gara

PALANGKA RAYA -Jika Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto mengaku sedih dengan anak muda yang rata-rata lulusan SMA menjadi driver ojek online (Ojol).

Tidak demikian dengan pejabat negara yang satu ini, justru sebaliknya. Meski dirinya menyandang status wakil kepala daerah dan berpendidikan Strata 2 (S2), dia tidak malu menjadi driver online.

Nama pejabat yang satu ini menjadi pembicaraan dan viral di media sosial (medsos). Apakah benar atau tidak, berikut pengakuan yang bersangkutan kepada beritasampit.co.id?

Wakil Gubenur Kalimantan Tengah, Habib H. Said Ismail dengan jujur mengakui dirinya bergabung menjadi mitra (Driver) Grab Car di Kota Palangka Raya.

Baca Juga:   Karyadi : Ketika Hati Nurani dan Akal Sehat Harus Bersikap...  Menggebrak Meja, Menggebrak Hati
BERFOTO: IST/BS-Wakil Gubernur Kalteng, H Habib Ismail saat berfoto untuk kartu anggota driver grab.

Saat diwawancarai pada Kamis (10/1/2019) di Palangka Raya, Habib H. Said Ismail mengatakan, dia telah bergabung ke salah satu moda transportasi online khususnya di Palangka Raya sebagai mitra (driver).

“Bergabung sejak tadi malam (9/1/2019), saya rasa tidak ada masalah selama pekerjaan tersebut halal dan tidak merugikan orang lain” ucap Habib.

Dia juga mengatakan pekerjaan sampingan sebagai driver online tersebut tidak serta merta mengganggu kewajibannya sebagai Wakil Gubernur Kalteng, pasalnya dia akan melakukan pekerjaan sampingannya sebagai driver online disaat tidak ada agenda pemerintah, agenda partai yakni diwaktu luang yang dimilikinya khususnya malam hari.

Baca Juga:   Jelang UN, Kepsek se Kalteng Dibekali Ini?

Selain itu dia menambahkan bahwa dirinya sudah sejak lama terbiasa bekerja keras, bahkan hampir semua jenis profesi sudah digelutinya mulai dari usia remaja.

Dia juga berpesan agar jangan sampai waktu luang yang dimiliki terbuang begitu saja dan yang lebih penting adalah jangan merasa gengsi dengan pekerjaan yang digeluti selama itu halal dan tidak merugikan orang lain.

(apr/beritasampit.co.id)